Search This Blog

Tips Langsing Alami

Penelitian membuktikan bahwa orang langsing tidak berpikir sama soal makanan dengan orang gemuk. “Orang langsing punya relasi yang rileks dengan makanan,” kata David L. Katz, MD, associate professor kesehatan masyarakat dari Yale University. “Mereka yang gemuk cenderung dikuasai oleh makanan. Mereka cenderung fokus pada berapa banyak atau sering makan dan melekatkan label baik atau buruk pada makanan tertentu. Hasilnya, makanan selalu ada di otak mereka.”

Karena itu, mari belajar dari prang langsing soal makanan.

1. Puaskan, bukan kenyangkan perut
Dari skala 1 sampai 10, orang langsing berhenti makan di angka 6 atau 7, kata Jill Flemming, penulis buku Thin People Don’t Clean Their Plates. Sementara sebagian besar orang berhenti di skala 8 atau 10. Mengapa? Itu karena Anda menyamakan sensasi kenyang dengan kepuasan atau merasa kurang jika berhenti duluan. Atau Anda terbiasa menghabiskan apa saja yang ada di piring, tak peduli sebenarnya Anda sudah kenyang.

2. Sadarilah bahwa rasa lapar itu bukan sebuah tanda gawat darurat
Sebagian besar orang gemuk memandang kelaparan sebagai penyakit yang harus cepat diobati. “Jika takut kelaparan, Anda malah cenderung makan berlebihan untuk menghindarinya,” ujar Judith S.
Beck, Ph.D, penulis buku Beck Diet Solution. Toleransilah rasa lapar karena rasa lepar itu selalu datang dan pergi.

3. Jangan gunakan makanan untuk mengobati lara hati
Ini bukan berarti orang langsing kebal dengan makan untuk mengobati sakit hati. Mereka hanya tahu kapan harus berhenti makan.

4. Lebih banyak buah
Orang langsing rata-rata makan lebih dari satu sajian buah dan makan lebih banyak serat dan kurang lemak dibanding orang gemuk. Itu hasil penelitian yang dipublikasikan di Journal of the American Dietetic Association tahun 2006.

5. Punya kebiasaan baik
Variasi jenis makanan memang baik, tetapi kalau terlalu banyak malah justru menyebabkan kita makan berlebihan. “Orang langsing memiliki kebiasaan makan yang baik dan terencana,” kata Beck.

6. Punya kontrol diri
Para peneliti dari Tufts University menemukan bahwa hal terbesar yang membuat kita jadi gemuk adalah perilaku tak terkendali.

7. Senang bergerak
Rata-rata orang yang langsing tidak malas dan senang gerak badan. Itu kata peneliti di Mayo Clinic di Rochester, Minnesota, AS.

8. Tidur nyenyak
Orang langsing tidur dua jam lebih banyak dalam seminggu, kata peneliti di Eastern Virginia Medical School. Para peneliti berteori bahwa kurangnya istirahat tidur terkait dengan rendahnya hormon penekan nafsu makan.

Sumber : www.mantapp.com

Read more...

Askep - Asuhan Keperawatan Waham

Asuhan Keperawatan Jiwa Pada Pasien Waham

Waham

Pengertian

Waham adalah keyakinan seseorang yang berdasarkan penilaian realitas yang salah. Keyakinan klien tidak konsisten dengan tingkat intelektual dan latar belakang budaya klien.

Manifestasi klinik waham yaitu berupa : klien mengungkapkan sesuatu yang diyakininya ( tentang agama, kebesaran, kecurigaan, keadaan dirinya ) berulang kali secara berlebihan tetapi tidak sesuai kenyataan, klien tampak tidak mempunyai orang lain, curiga, bermusuhan, merusak (diri, orang lain, lingkungan), takut, kadang panik, sangat waspada, tidak tepat menilai lingkungan / realitas, ekspresi wajah tegang, mudah tersinggun.


Proses terjadinya masalah

1. Penyebab

Penyebab secara umum dari waham adalah gannguan konsep diri : harga diri rendah. Harga diri rendah dimanifestasikan dengan perasaan yang negatif terhadap diri sendiri, termasuk hilangnya percaya diri dan harga diri, merasa gagal mencapai keinginan.

2. Akibat
Akibat dari waham klien dapat mengalami kerusakan komunikasi verbal yang ditandai dengan pikiran tidak realistic, flight of ideas, kehilangan asosiasi, pengulangan kata-kata yang didengar dan kontak mata yang kurang. Akibat yang lain yang ditimbulkannya adalah beresiko mencederai diri, orang lain dan lingkungan.


Data yang perlu dikaji :
  1. Resiko tinggi mencederai diri, orang lain dan lingkungan
    • Data subjektif
      Klien memberi kata-kata ancaman, mengatakan benci dan kesal pada seseorang, klien suka membentak dan menyerang orang yang mengusiknya jika sedang kesal, atau marah, melukai / merusak barang-barang dan tidak mampu mengendalikan diri
    • Data objektif
      Mata merah, wajah agak merah, nada suara tinggi dank eras, bicara menguasai, ekspresi marah, pandangan tajam, merusak dan melempar barang-barang.

  2. Kerusakan komunikasi : verbal
    • Data subjektif
      Klien mengungkapkan sesuatu yang tidak realistik
    • Data objektif
      Flight of ideas, kehilangan asosiasi, pengulangan kata-kata yang didengar dan kontak mata kurang

  3. Perubahan isi pikir : waham ( ………….)
    • Data subjektif :
      Klien mengungkapkan sesuatu yang diyakininya ( tentang agama, kebesaran, kecurigaan, keadaan dirinya) berulang kali secara berlebihan tetapi tidak sesuai kenyataan.
    • Data objektif :
      Klien tampak tidak mempunyai orang lain, curiga, bermusuhan, merusak (diri, orang lain, lingkungan), takut, kadang panik, sangat waspada, tidak tepat menilai lingkungan / realitas, ekspresi wajah klien tegang, mudah tersinggung

  4. Gangguan harga diri rendah
    • Data subjektif
      Klien mengatakan saya tidak mampu, tidak bisa, tidak tahu apa-apa, bodoh, mengkritik diri sendiri, mengungkapkan perasaan malu terhadap diri sendiri
    • Data objektif
      Klien terlihat lebih suka sendiri, bingung bila disuruh memilih alternatif tindakan, ingin mencedaerai diri/ ingin mengakhiri hidup



Diagnosa Keperawatan

Kerusakan komunikasi verbal berhubungan dengan waham


Intervensi

Tujuan umum :
Klien tidak terjadi kerusakan komunikasi verbal

Tujuan khusus :
  1. Klien dapat membina hubungan saling percaya dengan perawat
    Tindakan :
    • Bina hubungan. saling percaya: salam terapeutik, perkenalkan diri, jelaskan tujuan interaksi, ciptakan lingkungan yang tenang, buat kontrak yang jelas topik, waktu, tempat).
    • Jangan membantah dan mendukung waham klien: katakan perawat menerima keyakinan klien "saya menerima keyakinan anda" disertai ekspresi menerima, katakan perawat tidak mendukung disertai ekspresi ragu dan empati, tidak membicarakan isi waham klien.
    • Yakinkan klien berada dalam keadaan aman dan terlindungi: katakan perawat akan menemani klien dan klien berada di tempat yang aman, gunakan keterbukaan dan kejujuran jangan tinggalkan klien sendirian.
    • Observasi apakah wahamnya mengganggu aktivitas harian dan perawatan diri.
  2. Klien dapat mengidentifikasi kemampuan yang dimiliki
    Tindakan :
    • Beri pujian pada penampilan dan kemampuan klien yang realistis.
    • Diskusikan bersama klien kemampuan yang dimiliki pada waktu lalu dan saat ini yang realistis.
    • Tanyakan apa yang biasa dilakukan kemudian anjurkan untuk melakukannya saat ini (kaitkan dengan aktivitas sehari ‑ hari dan perawatan diri).
    • Jika klien selalu bicara tentang wahamnya, dengarkan sampai kebutuhan waham tidak ada. Perlihatkan kepada klien bahwa klien sangat penting.
  3. Klien dapat mengidentifikasikan kebutuhan yang tidak terpenuhi
    Tindakan :
    • Observasi kebutuhan klien sehari-hari.
    • Diskusikan kebutuhan klien yang tidak terpenuhi baik selama di rumah maupun di rumah sakit (rasa sakit, cemas, marah).
    • Hubungkan kebutuhan yang tidak terpenuhi dan timbulnya waham.
    • Tingkatkan aktivitas yang dapat memenuhi kebutuhan klien dan memerlukan waktu dan tenaga (buat jadwal jika mungkin).
    • Atur situasi agar klien tidak mempunyai waktu untuk menggunakan wahamnya.
  4. Klien dapat berhubungan dengan realitas
    Tindakan :
    • Berbicara dengan klien dalam konteks realitas (diri, orang lain, tempat dan waktu).
    • Sertakan klien dalam terapi aktivitas kelompok : orientasi realitas.
    • Berikan pujian pada tiap kegiatan positif yang dilakukan klien
  5. Klien dapat menggunakan obat dengan benar
    Tindakan :
    • Diskusikan dengan kiten tentang nama obat, dosis, frekuensi, efek dan efek samping minum obat.
    • Bantu klien menggunakan obat dengan priinsip 5 benar (nama pasien, obat, dosis, cara dan waktu).
    • Anjurkan klien membicarakan efek dan efek samping obat yang dirasakan.
    • Beri reinforcement bila klien minum obat yang benar.
  6. Klien dapat dukungan dari keluarga
    Tindakan :
    • Diskusikan dengan keluarga melalui pertemuan keluarga tentang: gejala waham, cara merawat klien, lingkungan keluarga dan follow up obat.
    • Beri reinforcement atas keterlibatan keluarga.

Read more...

Cara Agar Cepat Tinggi

Cara Agar Cepat Tinggi Banyak wanita dan lelaki di dunia ini yang merasa kurang percaya diri dalam berpenampilan dikarenakan postur tubuh yang kurang ideal. Termasuk postur tubuh yang kurang tinggi adalah salah satu masalahnya dan biasanya penyebab dari masalah itu adalah karena faktor keturunan (genetik) tapi nggak selamanya kok faktor keturunan yang terus jadi pemicunya, jadi jangan takut masih banyak cara kok untuk mencapainya.

Tubuh dengan tinggi badan yang ideal tentu dambaan setiap orang. Kecepatan pertambahan tinggi badan berbeda tiap orang tergantung usaha kita masing-masing. Sebelum saya sampaikan tips cara cepat meninggikan badan perlu diketahui beberapa hal di bawah ini.

Faktor-faktor yang mempengaruhi tinggi badan

1. Cukup Gizi. Pastikan kita kecukupan protein, lemak, vitamin (seperti vitamin A dan D) dan mineral (seperti zat besi, kalsium, seng dan yodium) karena sangat mempengaruhi peninggian badan.
2. Faktor Keturunan juga menentukan tinggi badan seseorang. Orang tua yang memiliki tinggi badan ideal membuka potensi memilik anak dengan tinggi pula.
3. Hormon pertumbuhan berfungsi merangsang pertumbuhan tulang. Hormon tiroid dibutuhkan untuk dalam melancarkan proses metabolismetubuh. Hormon seks, yang terdiri dari hormon estrogen, progesteron dan androgen, bertugas dalam proses pematangan seksual.
4. Dukungan lingkungan. Kurangnya imunisasi, kasih sayang yang cukup dan kebutuhan ekonomi dapat mempengaruhi nafsu makan, kebutuhan kesehatan. Sehingga proses peninggian badan pun terhambat.
Tubuh dengan tinggi badan yang ideal tentu dambaan setiap orang. Kecepatan pertambahan tinggi badan berbeda tiap orang tergantung usaha kita masing-masing. Sebelum saya sampaikan tips cara cepat meninggikan badan perlu diketahui beberapa hal di bawah ini.

Aktifitas yang dapat mengoptimalkan tinggi badan

1. Stretching : gerakan meregangkan badan. Sehingga tulang-tulang punggung tertarik memanjang. Jika gerakan ini dilakukan secara rutin dan intensif maka dapat membantu merangsang penambahan panjang tulang-tulang punggung.
2. Hanging : bergantung dengan kedua tangan. Gerakan ini sangat merangsang pemanjangan tulang-tulang punggung.
3. Kicking : menendang-nendangkan kan kaki. Gerakan ini merangsang pertumbuhan tulang kaki sehingga memanjang secara optimal.
4. Bersepeda : bersepeda dapat merangsang pertambahan panjang kaki. Menapak pedal secara rata, tidak jinjit. Punggung tegap, tidak membungkuk. Jika setiap hari bersepeda dalam jarak yang cukup jauh, dapat membantu merangsang pertambahan panjang kaki.
5. Berenang: Pada waktu berenang, seluruh badan mengalami peregangan dari badan sampai ujung kaki. Disamping itu, gerakan renang hampir melibatkan semua otot-otot tubuh.
6. Olahraga basket atau voli sangat baik merangsang pertumbuhan badan. karena tubuh sering melakukan loncatan-loncatan keatas. Loncatan melawan gravitasi, menimbulkan peregangan pada seluruh tubuh.

Read more...

Tiga Trik Agar Rambut Cepat Panjang

VIVAnews - Apakah Anda ingin memanjangkan rambut? Yang diperlukan adalah memaksimalkan pertumbuhannya karena pada dasarnya rambut di kepala tumbuh sekitar 1-3 sentimeter setiap bulan.

Untuk memaksimalkan pertumbuhannya, konsumsi secara teratur makanan yang mengandung vitamin A, vitamin B serta biotin yang terdapat pada pisang, kacang-kacangan, telur dan biji-bijian.

Namun, di samping perawatan dari dalam dengan mengonsumsi makanan kaya nutrisi, lakukan juga perawatan dari luar. Berikut tiga cara perawatan dari luar, agar rambut Anda tumbuh lebih cepat.

1. Pijat kulit kepalaJangan hanya membersihkan rambut dengan menyiram air. Kulit kepala Anda perlu dibersihkan secara intensif menggunakan tangan. "Rambut baru akan mengalami kesulitan tumbuh jika melalui lapisan kotoran, minyak dan sel-sel kulit mati," kata Kingsley, seorang penata rambut, seperti dikutip dari Shine.

Ia juga menyarankan untuk memijat kulit kepala dengan lembut saat keramas. Lakukan pijatan dengan jari Anda minimal dua menit saat keramas. Hal ini akan bukan hanya mengangkat kotoran yang menghambat pertumbuhan rambut tetapi juga melancarkan peredaran darah di kulit kepala. Peredaran darah lancar akan merangsang pertumbuhan rambut lebih cepat.

2. Manjakan rambut dengan produk perawatan berkualitasUntuk merangsang pertumbuhan rambut pilih sampo dan conditioner yang mengandung pelembab seperti minyak avokad. Pelembab akan membuat rambut tidak kering dan menjaganya dari kerontokan dan patah.

3. Minimalkan paparan panas
Panas dari alat penataan rambut dan gesekan dari sisir bisa merusak kutikula rambut. Hal itu membuat rambut mudah patah. Gunakan sisir dengan gigi lebar saat menata rambut. Jika memang ingin menata rambut dengan alat catok, gunakan dulu krim pelindung rambut dari panas.
• VIVAnews

Read more...

Cara Ampuh Atasi Rambut Berminyak

Sudah keramas setiap hari tapi mengapa rambut masih lepek?


Selain ketombe, kadar minyak berlebih di rambut juga seringkali membuat seseorang kehilangan percaya diri. Rambut berminyak cenderung memperlihatkan kesan lepek dan tak tertata.

Penyebabnya bermacam-macam. Salah satunya adalah frekuensi sentuhan tangan yang tinggi sehingga merangsang kerja kelenjar minyak. Itulah mengapa, poni seringkali terlihat lebih berminyak daripada helai rambut lainnya, karena poni berpotensi paling sering disentuh tangan.

Seperti dikutip dari laman Shine, James Corbett dari James Corbett Studio di New York, mengatakan, minyak berlebih di rambut disebabkan produksi sebum di kulit kepala. Minyak alami itu diproduksi kelenjar sebaceous yang ditemukan di bawah permukaan kulit.

Ada beberapa alasan mengapa produksi minyak di kepala terlalu banyak. Bisa jadi karena diet, hormon, stres, atau pilihan produk perawatan rambut yang salah.

Selain mengurangi frekuensi menyentuh rambut, mencuci rambut secara teratur dengan sampo yang diformulasikan untuk rambut berminyak juga menjadi solusi. Corbett juga memberi tips untuk melawan minyak berlebih di rambut.

1. Diet suplemenSuplemen herbal seperti rosemary, eucalyptus, bertindak mengurangi penumpukan sebum. Ini membantu mengurangi kadar minyak yang menyebabkan rambut terlihat lebih lepek dan membantu menambah volume rambut.

2. BirPenggunaan bir untuk mencuci rambut sudah dilakukan sejak berabad-abad lalu. Di masa kini, gunakan bir untuk bilas setelah mencucinya dengan sampo. Diamkan selama lima menit. Selain membersihkan minyak di rambut, sentuhan bir juga bermanfaat menambah volume rambut. "Lemon jus juga dapat bekerja, tapi aku lebih suka bir," kata Corbett.

3. SulfatSat ini memberi efek bersih yang lebih baik. Beberapa shampo kecantikan memiliki kandungan ini untuk membersihkan rambut tanpa menghilangkan kelembaban rambut.

4. Soda kueTambahkan soda kue ke dalam sampo untuk mencuci rambut. Aplikasikan setiap 2-4 minggu sekali untuk membantu meluruhkan minyak yang menumpuk di rambut. (pet) • VIVAnews

Read more...

Askep Delirium

ASUHAN KEPERAWATAN
PADA KLIEN DENGAN DELIRIUM


Pengertian
Delirium adalah sindroma otak organik karena fungsi atau metabolisme otak secara umum atau karena keracunan yan menghambat mnetabolisme otak.


GejalaGejala utama ialah kesadaran menurun. Kesadaran yang menurun ialah suatu keadaan dengan kemampuan persepsi perhatian dan pemikiran yan berkurang secara keseluruhan (secara kuantitatif).

Gejala-gejala lainnya penderita tidak mampu mengenal orang dan berkomunikasi dengan baik, ada yang bingung atau cemas, gelisah dan panik, adanya klien yan terutama halusinasi dan ada yang hanya berbicara komat-kamit dan inkohern.

Dari gejala-gejala psikiatrik tidak dapat diketahui etiologi penyakit badaniah itu, tetapi perlu dilakukan pemeriksaan intern dan nerologik yang teliti. Gejala tersebut lebih ditentukan oleh keadaan jiwa premorbidnya, mekanisme pembelaaan psikologiknya, keadaan psikososial, sifat bantuan dari keluarga, teman dan petugas kesehatan, struktur sosial serta ciri-ciri kebudayaan sekelilingnya.


Psikopatologi
Delirium biasanya hilang bila penyakit badaniah yang menyebabkan sudah sembuh, mungkin sampai kira-kira 1 bulan sesudahnya. Gangguan jiwa yang psikotik atau nonpsikotik yang disebabkan oleh gangguan jaringan fungsi otak. Gangguan fungsi jaringan otak ini dapat disebabkan oleh penyakit badaniah yang terutama mengenai otak (meningoensephalitis, gangguan pembuluh darah ootak, tumur otak dan sebagainya) atau yang terutama di luar otak atau tengkorak (tifus, endometriasis, payah jantung, toxemia kehamilan, intoksikasi dan sebagainya). Bila bagian otak yang terganggu itu luas, maka gangguan dasar mengenai fungsi mental sama saja, tidak tergantung pada penyakit yang menyebabkannya. Jika disebabkan oleh proses yang langsung menyerang otak , bila proses itu sembuh maka gejala-gejalanya tergantung pada besarnya kerusakan yang ditinggalkan gejala-gejala neurologik dan atau gangguan mental dengan gejala utama gangguan intelegensi. Bisa juga didapatkan adanya febris. Terdapat gejala psikiatrik bila sangat mengganggu dapat diberikan neroleptika, terutama yang mempunyai dosis efektif tinggi.


Penatalaksanaan
  1. Pengobatan etiologik harus sedini mungkin dan di samping faal otak dibantu agar tidak terjadi kerusakan otak yang menetap.
  2. Peredaran darah harus diperhatikan (nadi, jantung dan tekanan darah), bila perlu diberi stimulansia.
  3. Pemberian cairan harus cukup, sebab tidak jarang terjadi dehidrasi. Hati-hati dengan sedativa dan narkotika (barbiturat, morfin) sebab kadang-kadang tidak menolong, tetapi dapat menimbulkan efek paradoksal, yaitu klien tidak menjadi tenang, tetapi bertambah gelisah.
  4. Klien harus dijaga terus, lebih-lebih bila ia sangat gelisah, sebab berbahaya untuk dirinya sendiri (jatuh, lari dan loncat keluar dari jendela dan sebagainya) ataupun untuk orang lain.
  5. Dicoba menenangkan klien dengan kata-kata (biarpun kesadarannya menurun) atau dengan kompres es. Klien mungkin lebih tenang bila ia dapat melihat orang atau barang yang ia kenal dari rumah. Sebaiknya kamar jangan terlalu gelap , klien tidak tahan terlalu diisolasi.
  6. Terdapat gejala psikiatrik bila sangat mengganggu dapat diberikan neroleptika, terutama yang mempunyai dosis efektif tinggi.

ASUHAN KEPERAWATAN


Pengkajian
  1. Identitas
    Indentias klien meliputi nama, umur, jenis kelamin, suku bangsa/latar belakang kebudayaan, status sipil, pendidikan, pekerjaan dan alamat.
  2. Keluhan utama
    Keluhan utama atau sebab utama yang menyebbkan klien datang berobat (menurut klien dan atau keluarga). Gejala utama adalah kesadaran menurun.
  3. Faktor predisposisi
    Menemukan gangguan jiwa yang ada sebagai dasar pembuatan diagnosis serta menentukan tingkat gangguan serta menggambarkan struktur kepribadian yang mungkin dapat menerangkan riwayat dan perkembangan gangguan jiwa yang terdapat. Dari gejala-gejala psikiatrik tidak dapat diketahui etiologi penyakit badaniah itu, tetapi perlu dilakukan pemeriksaan intern dan nerologik yang teliti. Gejala tersebut lebih ditentukan oleh keadaan jiwa premorbidnya, mekanisme pembelaaan psikologiknya, keadaan psikososial, sifat bantuan dari keluarga, teman dan petugas kesehatan, struktur sosial serta ciri-ciri kebudayaan sekelilingnya. Gangguan jiwa yang psikotik atau nonpsikotik yang disebabkan oleh gangguan jaringan fungsi otak. Gangguan fungsi jaringan otak ini dapat disebabkan oleh penyakit badaniah yang terutama mengenai otak (meningoensephalitis, gangguan pembuluh darah ootak, tumur otak dan sebagainya) atau yang terutama di luar otak atau tengkorak (tifus, endometriasis, payah jantung, toxemia kehamilan, intoksikasi dan sebagainya).
  4. Pemeriksaan fisik
    Kesadran yang menurun dan sesudahnya terdapat amnesia. Tensi menurun, takikardia, febris, BB menurun karena nafsu makan yang menurun dan tidak mau makan.
  5. Psikososial
    • Genogram Dari hasil penelitian ditemukan kembar monozigot memberi pengaruh lebih tinggi dari kembar dizigot .
    • Konsep diri
      • Ganbaran diri, tressor yang menyebabkan berubahnya gambaran diri karena proses patologik penyakit.
      • Identitas, bervariasi sesuai dengan tingkat perkembangan individu.
      • Peran, transisi peran dapat dari sehat ke sakit, ketidak sesuaian antara satu peran dengan peran yang lain dan peran yang ragu diman aindividu tidak tahun dengan jelas perannya, serta peran berlebihan sementara tidak mempunyai kemmapuan dan sumber yang cukup.
      • Ideal diri, keinginann yang tidak sesuai dengan kenyataan dan kemampuan yang ada.
      • Harga diri, tidakmampuan dalam mencapai tujuan sehingga klien merasa harga dirinya rendah karena kegagalannya.
    • Hubungan sosial
      Berbagai faktor di masyarakat yang membuat seseorang disingkirkan atau kesepian, yang selanjutnya tidak dapat diatasi sehingga timbul akibat berat seperti delusi dan halusinasi. Konsep diri dibentuk oleh pola hubungan sosial khususnya dengan orang yang penting dalam kehidupan individu. Jika hubungan ini tidak sehat maka individu dalam kekosongan internal. Perkembangan hubungan sosial yang tidak adeguat menyebabkan kegagalan individu untuk belajar mempertahankan komunikasi dengan orang lain, akibatnya klien cenderung memisahkan diri dari orang lain dan hanya terlibat dengan pikirannya sendiri yang tidak memerlukan kontrol orang lain. Keadaa ini menimbulkan kesepian, isolasi sosial, hubungan dangkal dan tergantung.
    • Spiritual
      Keyakina klien terhadapa agama dan keyakinannya masih kuat.a tetapi tidak atau kurang mampu dalam melaksnakan ibadatnmya sesuai dengan agama dan kepercayaannya.
  6. Status mental
    1. Penampila klien tidak rapi dan tidak mampu utnuk merawat dirinya sendiri.
    2. Pembicaraan keras, cepat dan inkoheren.
    3. Aktivitas motorik, Perubahan motorik dapat dinmanifestasikan adanya peningkatan kegiatan motorik, gelisah, impulsif, manerisme, otomatis, steriotipi.
    4. Alam perasaan
      Klien nampak ketakutan dan putus asa.
    5. Afek dan emosi.
      Perubahan afek terjadi karena klien berusaha membuat jarak dengan perasaan tertentu karena jika langsung mengalami perasaa tersebut dapat menimbulkan ansietas. Keadaan ini menimbulkan perubahan afek yang digunakan klien untukj melindungi dirinya, karena afek yang telah berubahn memampukan kien mengingkari dampak emosional yang menyakitkan dari lingkungan eksternal. Respon emosional klien mungkin tampak bizar dan tidak sesuai karena datang dari kerangka pikir yang telah berubah. Perubahan afek adalah tumpul, datar, tidak sesuai, berlebihan dan ambivalen.
    6. Interaksi selama wawancara
      Sikap klien terhadap pemeriksa kurawng kooperatif, kontak mata kurang.
    7. Persepsi
      Persepsi melibatkan proses berpikir dan pemahaman emosional terhadap suatu obyek. Perubahan persepsi dapat terjadi pada satu atau kebiuh panca indera yaitu penglihatan, pendengaran, perabaan, penciuman dan pengecapan. Perubahan persepsi dapat ringan, sedang dan berat atau berkepanjangan. Perubahan persepsi yang paling sering ditemukan adalah halusinasi.
    8. Proses berpikir
      Klien yang terganggu pikirannya sukar berperilaku kohern, tindakannya cenderung berdasarkan penilaian pribadi klien terhadap realitas yang tidak sesuai dengan penilaian yang umum diterima.
      Penilaian realitas secara pribadi oleh klien merupakan penilaian subyektif yang dikaitkan dengan orang, benda atau kejadian yang tidak logis.(Pemikiran autistik). Klien tidak menelaah ulang kebenaran realitas. Pemikiran autistik dasar perubahan proses pikir yang dapat dimanifestasikan dengan pemikian primitf, hilangnya asosiasi, pemikiran magis, delusi (waham), perubahan linguistik (memperlihatkan gangguan pola pikir abstrak sehingga tampak klien regresi dan pola pikir yang sempit misalnya ekholali, clang asosiasi dan neologisme.
    9. Tingkat kesadaran
      Kesadran yang menurun, bingung. Disorientasi waktu, tempat dan orang.
    10. Memori
      Gangguan daya ingat yang baru saja terjadi )kejadian pada beberapa jam atau hari yang lampau) dan yang sudah lama berselang terjadi (kejadian beberapa tahun yang lalu).
    11. Tingkat konsentrasi
      Klien tidak mampu berkonsentrasi
    12. Kemampuan penilaian
      Gangguan ringan dalam penilaian atau keputusan.

Read more...

Persalinan Hipnosis, Metode Kelahiran Bayi Tanpa Menyakitkan

Persalinan Hipnosis, Metode Kelahiran Bayi Tanpa Menyakitkan

Secara alamiah ibu melahirkan anak adalah perjuangan yang sangat besar dan mulia. Karena, sangat menyakitkan dan mempertaruhkan nyawa sang ibu. Namun dengan perkembangan teknologi kedokteran ionovatif saat ini mulai banyak dikembangkan persalinan tanpas rasa sakit, yairu dengan metode persalinan hipnosis.
Persalinan dengan hipnosis atau dalam bahasa Inggris Hypno birthing berasal dari kata hypno dari hipnosis dan birthing atau melahirkan yang berarti keterampilan untuk meningkatkan ketenangan pikiran guna mempersiapkan dan menjalani kehamilan hingga menghadapi persalinan dengan nyaman.
Metode relaksasi dalam menjalani masa kehamilan sebenarnya bukan metode yang baru, namun telah digunakan sejak tahun 50-an di Amerika Serikat. Hanya saja akhir – akhir ini, banyak nama yang muncul dan dijadikan sebagai merk dagang baru untuk metode relaksasi kehamilan ini seperti HypnoBirthing, HypnoBabies, HypBirth dan sebagainya. Teknik relaksasi semacam ini dapat banyak membantu dalam mengurangi rasa sakit dan tekanan emosi selama berlangsungnya proses kelahiran tanpa perlu menggunakan obat bius.
Semua nama baru tersebut menggunakan dasar kata hipnosis, bukan berarti ibu hamil akan tertidur atau tidak sadarkan dirinya saat praktek.Namun hipnosis yang digunakan adalah metode penanaman sugesti saat otak telah berada dalam kondisi rileks. Persalinan dengan hipnotis merupakan salah satu merk dagang yang paling dikenal saat ini, berada dibawah naungan HypnoBirthing Institute, USA. Pelopornya adalah salah satu tokoh yang menyebar-luaskan metode relaksasi kehamilan, yaitu seorang ahli hipnoterapi dari Amerika Serikat bernama Marie F.Mongan.
Di Indonesia, metode ini mulai disebar-luaskan pada tahun 2003 oleh Lanny Kuswandi, yang mempelajari metode HypnoBirthing Marie Mongan di Australia. Ia adalah seorang bidan yang kemudian mendalami ilmu hipnoterapi spesifik pada bidang kehamilan.

Manfaat

  1. Memperpendek tahap awal persalinan.
  2. Proses menyusui dapat dengan cepat dilakukan karena bayi umumnya lebih tenang dan waspada saat lahir.
  3. Mengurangi atau menghilangkan kebutuhan akan obat penghilang rasa sakit dalam persalinan.
  4. Memungkinkan otot-otot syaraf dan badan di tubuh ibu bekerja secara selaras dan alamiah selama proses kelahiran terjadi.
  5. Mendapatkan pengalaman melahirkan yang positif (menyenangkan) karena terjadinya ikatan yang baik antara ibu dengan bayi dan suami (pasangan hidup).
  6. Memberikan peran penting bagi pendamping (aktif) selama proses kelahiran.
  7. Membantu ibu untuk melahirkan bayinya dengan caranya sendiri.
Sumber : http://korananakindonesia.wordpress.com/2010/08/10/persalinan-hipnosis-metode-kelahiran-bayi-tanpa-menyakitkan/

Read more...

Tips : 9 Cara Membuat Otak Anda Berpikir Lebih Cepat

Otak manusia pada dasarnya merupakan komputer biologis. Ia membutuhkan makanan, oksigen, dan ia juga butuh latihan. Anda dapat melakukan beberapa hal untuk meningkatkan kekuatan otak dengan melatihnya, memodifikasi, atau bahkan memanipulasinya. Anda mungkin tidak akan menjadi seperti Einstein, namun hal ini juga bukan alasan untuk tidak membuatnya menjadi lebih baik. Hal-hal di bawah ini akan membuat otak Anda bekerja lebih baik.

1. Ambillah dosis EPA secukupnya
EPA adalah bahan kimia dalam minyak ikan yang merupakan makanan bagi otak, setiap orang pasti sudah mengetahuinya, jadi mengapa tidak memberikannya kapsul minyak ikan setiap hari untuk meningkatkan kekuatannya. Riset menunjukan bahwa minyak ikan dapat memfasilitasi peningkatan aktivitas pada otak, memperlancar peredaran darah, meningkatkan memori dan konsentrasi.

2. Berhubungan secara teratur
Berhubungan  dapat melepaskan senyawa kimia yang dapat meningkatkan kekuatan otak, menurut buku terkini “Teach yourself. Training your brain” yang ditulis oleh pengajar senior dan seorang ahli biologi. Seks adalah bentuk sempurna dari latihan, yang juga meningkatkan peredaran darah ke otak. Ia dapat mengurangi stress dan ketegangan yang menurunkan efisiensi kinerja otak.

3. Kerjakan sebuah teka teki
Teka-teki silang, Sudoku atau yang lainnya dapat membuat otak Anda tetap pada kondisi terbaik. Sama seperti otot, jika Anda tidak berlatih secara reguler, ia akan kehilangan kemampuannya untuk bekerja secara maksimal.

4. Pergi berjalan kaki
Tidak ada yang dapat mengalahkan udara segar yang dapat menyegarkan pikiran yang dapat mengurangi percakapan mental yang mengganggu logika dan pikiran konstruktif. Sebuah perjalanan di pinggiran kota, dekat sungai atau sekedar di taman akan membantu Anda menyingkirkan awan kelabu dan membantu pikiran Anda tetap jernih.

5. Mempelajari bahasa baru
Mempelajari bahasa baru dapat sindrom dementia (kemunduran otak) sampai dengan empat tahun menurut artikel yang dimuat pada New Scientist. Alasan pasti untuk hal ini belum diketahui, namun dipercaya bahwa ia memiliki hubungan erat dengan peningkatan perdaran darah dan koneksi saraf yang baik.

6. Tertawa
Tawa bukan saja merupakan obat terbaik, ia juga dapat meningkatkan fungsi otak dan menstimulasi kedua sisi otak pada saat yang bersamaan. Pastikan Anda tertawa setiap harinya.

7. Menjadi kreatifif
Melukislah atau pelajari alat musik yang baru, bergabunglah dengan kelas kesenian walaupun Anda yakin Anda payah dalam hal tersebut. Menjadi kreatif memungkinkan Anda untuk menemukan solusi baru untuk permasalahan yang sudah lama dan meningkatkan kesadaran pada saat yang bersamaan.

8. Belajar melempar barang
Riset dari Universitas Regensburg di Jerman memindai otak dari seorang juggler (pemain sulap yang melemparkan barang) dan menemukan bahwa kegiatan ini dapat meningkatkan struktur otak. Setelah berlatih selama tiga bulan, otak akan menunjukan peningkatan signifikan pada dua bagian, yaitu bagian mid-portal dan posterior intraprietal sulcus kiri.

9. Berhubungan dengan sifat keanak-anakan Anda
Einstein pernah berkata bahwa imajinasi lebih penting daripada pengetahuan dan ia menggunakannya pada beberapa eksperimen yang akhirnya membuatnya menemukan perhitungan paling terkenal sepanjang masa (E=MC2).
Cobalah lihat anak-anak, mereka penuh dengan imajinasi, dan mereka belajar lebih banyak pada tahun-tahun awal kehidupan mereka lebih daripada apa yang kita pelajari selama satu dekade. Bebaskan pikiran Anda dari penjara pikiran “seorang dewasa”, Anda akan menemukan cara berpikir yang belum pernah ada sebelumnya, Anda mungkin akan membuat penemuan besar yang berikutnya.

Read more...

Askep Hipokalemia

Asuhan Keperawatan Pada Pasien dengan Hipokalemia


A. Pengkajian

Pengkajian adalah pemikiran dasar dari proses keperawatan yang bertujuan untuk mengumpulkan informasi atau data tentang pasien, agar dapat mengidentifikasi, mengenali masalah-masalah, kebutuhan kesehatan dan keperawatan pasien baik fisik, mental, sosial, dan lingkungan. (Nasrul Effendy, 1995)
  1. Aktifitas atau istirahat
    Gejala : kelemahan umum, latergi.
  2. Sirkulasi
    Tanda :
    • Hipotensi
    • Nadi lemah atau menurun, tidak teratur.
    • Bunyi jantung jauh.
    • Perubahan karakteristik EKG.
    • Disritmis, PVC, takikardia / fibrasi ventrikel.
  3. Eliminasi
    Tanda :
    • Nokturia, poliuria bila faktor pemberat pada hipokalemia meliputi GJK atau DM.
    • Penurunan bising usus, penurunan mortilitas, usus, ilues paralitik.
    • Distensi abdomen.
  4. Makanan / cairan
    Gejala : Anoreksia, mual, muntah.
  5. Neurosensori
    Gejala : parestesia
    Tanda :
    • Penurunan status mental / kacau mental, apatis, mengantuk, peka rangsangan, koma, hiporefleksia, tetani, paralisis.
    • Penurunan bising usus, penurunan mortilitas, usus, ileus paralitik.
    • Distensi abdomen
  6. Nyeri / kenyamanan
    Gejala : nyeri / kram otot
  7. Pernapasan
    Tanda : hipoventilasi / menurun dalam pernapasan karena kelemahan atau paralisis otot diafragma.
    (Marilyn E. Doenges 2002 hal 1048)
Karena hipokalemia dapat mengancam jiwa, penting artinya untuk memantau timbulnya hipokalemia pad pasien-pasien yang beresiko. Adanya keletihan, anoreksia, kelemahan otot, penurunan mortilitas usus, parestesia, atau disritmia harus mendorong perawat untuk memeriksa konsentrasi kalium serum. Jika tersedia, elektrokardiogram dapat memberikan informasi yang bernmanfaat. Pasien-pasien yang menerima digitalis yang berisiko mengalami defisiensi kalium harus dipantau dengan ketat terhadap tanda-tanda terjadinya toksisitas digitalis karena hipokalemia meningkatkan aksi digitalis. Pada kenyataannya, dokter biasanya memilih untuk mempertahankan kadar kalium serum lebih besar dari 3,5 mEq/L (SI : 3,5 mmol/L) pada pasien-pasien yang menerima digitalis. (Brunner & Suddarth, 2002, hal.261)


B. Diagnoasa Keperawatan

Diagnosa yang sering ditemukan pada pasien hipokalemia secara teoritis adalah sebagai berikut :
  1. Gangguan rasa nyaman; nyeri berhubungan dengan proses penyakit hipokalemia.
  2. Gangguan integritas kulit berhubungan dengan imobilisasi fisik akibat kelelahan.
  3. Hipertermi berhubungan dengan kegagalan untuk mengatasi infeksi akibat penyakit hipokalemia.
  4. Intoleransi aktifitas berhubungan dengan kelelahan akibat penurunan fungsi otot dalam tubuh.
  5. Perubahan pola nutrisi berhubungan dengan anoreksi; mual muntah.
  6. Kurang pengetahuan berhubungan dengan kurang informasi.

Read more...

Askep Penyakit Jantung Rematik

Asuhan Keperawatan Penyakit Jatung Rematik
Askep PJR


A. Pengkajian
Tujuan pengkajian adalah mengumpulkan data tentang :
  • Fungsi jantung
  • Toleransi terhadap aktivitas dan sikap klien terhadap pembatasan aktivitas
  • Status nutrisi
  • Tingkat ketidaknyamanan
  • Gangguan tidur
  • Kemampuan klien mengatasi masalah
  • Hal-hal yang dapat membantu klien
  • Pengetahuan orang tua dan pasien (sesuai usia pasien) tentang pemahaman pasien
Pengkajian :
  • Riwayat penyakit
  • Monitor komplikasi jantung
  • Auskultasi jantung; bunyi jantung melemah dengan irama derap diastole
  • Tanda-tanda vital
  • Kaji adanya nyeri
  • Kaji adanya peradangan sendi
  • Kaji adanya lesi pada kulit

B. Diagnosa Keperawatan
  1. Penurunan Curah Jantung berhubungan dengan stenosis katub

    Tujuan : COP meningkat

    Kriteria Hasil:
    • Klien menunjukan penurunan dyspnea
    • Ikut berpartisipasi dalam aktivitas serta mendemonstrasikan peningkatan toleransi

    Intervensi :
    • Pantau tekanan darah, nadi apikal dan nadi perifer
    • Pantau irama dan frekuensi jantung
    • Tirah baring posisi semifowler 450
    • dorong klien melakukan tehnik managemen stress ( lingkungan tenang, meditasi )
    • bantu aktivitas klien sesuai indikasi bila klien mampu
    • kolaborasi O2 serta terapi.
  2. Intoleransi aktivitas b.d penurunan cardiac output, ketidakseimbangan suplai O2 dan kebutuhan

    Tujuan : Klien dapat bertoleransi secara optimal terhadap aktivitas

    Kriteria :
    • Respon verbal kelelahan berkurang
    • Melakukan aktivitas sesuai batas kemampuannya ( denyut nadi aktivitas tidak boleh lebih dari 90X/menit, tidak nyeri dada )

    Intervensi :
    • Hemat energi klien selama masa akut
    • Pertahankan tirah baring sampai hasil laborat dan status klinis membaik
    • Sejalan dengan semakin baiknya keadaan, pantau peningkatan bertahap pada tingkat aktivitas
    • Buat jadwal aktivitas dan istirahat
    • Ajarkan untuk berpartisipasi dalam aktivitas kebutuhan sehai-hari
    • Ajarkan pada anak /orang tua bahwa pergerakkan yang tidak disadari adalah dihubungkan dengan korea dan temporer.
    • Bila terjadi chorea, lindungi dari kecelakaan, bedrest dan berikan sedasi sesuai program.
  3. Nyeri b.d respon inflamasi pada sendi (poliarthritis)

    Tujuan : tidak terjadi rasa nyeri pada klien

    Kriteria Hasil:
    • Nyeri klien berkurang
    • Klien tampak rileks
    • Ekspresi wajah tidak tegang
    • Klien dapat merasakan nyaman, tidur dengan tenang dan tidak merasa sakit

    Intervensi :
    • Kaji tingkat nyeri dengan menggunakan skala
    • Berikan tindakan kenyamanan ( perubahan posisi sering lingkungan tenang, pijatan pungung dan tehnik manajemen stress)
    • Minimalkan pergerakkan untuk mengurangi rasa sakit
    • Berikan terapi hangat dan dingin pada sendi yang sakit
    • Lakukan distraksi misalnya : tehnik relaksasi dan hayalan
    • Pemberian analgetik, anti peradangan dan antipiretik sesuai program.
    • Rujuk ke terapi fisik sesuai persetujun medik.

Read more...

Training to Become a Nurse in Los Angeles

Nurses, also known as registered nurses, take care of the sick, treat injuries and give emotional support to patients and their families. Daily activities of the registered nurse may include helping doctors examine and treat patients, administering tests to patients, submitting these tests to laboratories, providing patients and their families with instructions on how to take care of themselves, which can include proper nutrition, exercise and taking medications.

Nurses can focus on one type of treatment or one type of medical problem. Some registered nurses help doctors during surgery, while others work in emergency rooms or intensive care units. Many nurses work in doctors' offices where they administer medical tests, take patients’ vital signs, dress wounds, do lab work and perform administrative duties.
Types of jobs for registered nurses in Los Angeles can vary -- from home health nurses going to people's homes to help patients to flying in helicopters to get to patients in an emergency. With advanced training, a registered nurse can become a nurse practitioner and prescribe medication like physicians. Nurse midwives can help women give birth.
Registered Nurses in Los Angeles who work in a hospital environment help the sick and often deal with medical emergencies, which can be very stressful. Nurses in hospitals often help many patients at once and spend a lot of time standing and walking. Safety is an issue for registered nurses because they care for people with diseases, move patients frequently, as well as come into contact with radiation (x-rays) and chemicals. Because patients need 24-hour care, hospital nurses often work nights, weekends and holidays. There is flexibility to the nursing profession as many registered nurses are able to work part-time.
How do you prepare to become a nurse in California? Nurses must graduate from an LA nursing school or other nursing school in Southern California. It takes about two years of college to finish an associate degree in nursing and about four years to complete a bachelor's degree in nursing. A diploma in nursing usually takes about three years. Deciding what type of training to choose is important. Some careers are open only to nurses who have a bachelor's degree. Nursing education includes clinical training, where nursing students train with registered nurses in a hospital or other healthcare environment. Nurses study anatomy, chemistry, nutrition, psychology, theory and nursing. Upon graduation, nurses must pass a test to obtain a permanent nursing credential to practice in California. Registered nurses take courses every few years to keep their skills current.
Nurses should be caring and nurturing. They also need to be good at identifying problems and remembering details. Nurses need to work well with doctors and patients. Many nurses also supervise assistants and other workers.

In Los Angeles, with experience and advanced coursework, registered nurses can become head nurses or nursing managers. Some nurses move into the business side of health care and find work in large companies in healthcare planning, and marketing.

To prepare for a nursing job in Los Angeles, prospective nursing students should take biology and other science courses. Communication skills are critical, so students need to be proficient in reading and writing. Mathematics is also important as nurses need to account for doses of medicines for patients.

How does a nursing job pay in Los Angeles as well as in the United States? The average half of all registered nurses earned between $ 47,710 and $ 69,850 in 2006. The lowest-paid 10 percent earn less than $ 40,250. The highest paid 10 percent made more than $83,440. (Source: US Bureau of Labor Statistics-BLS)

Registered Nurses are the largest occupation in the healthcare industry. There are about 2.5 million nurses in the United States as of 2006, with about 60% employed by hospitals and 20% working part-time.
What does the future hold for nursing? The Bureau of Labor Statistics expects jobs for registered nurses to grow much faster than the average for all occupations through 2016. Many new jobs will be available for people who want to be nurses. Hospitals will need nurses, but many new nurses working in home health clinics, doctors' offices and nursing homes will also be needed.

For more information about nursing careers in Los Angeles, Go to www.LANursingDegree.com
(ArticlesBase SC #588694)

Read more...

Educate Children Become Smart

smart children

Being a smart child who is not a gift given by God alone. But there are several factors or how to educate a child who makes a thin brain than others. Here are a few things about MSNNews delivered by education should be acquired children.

Education is what I call here is not formally in school. But that must be done at home parents. Here are some ways that makes children can become more intelligent than others:

Play music
This can stimulate the growth of the right brain. And from studies conducted by universities of Toronto, this can increase the IQ and academic value of children.

Develop a child's curiosity
Successful education for bright kids will always want to know new things. So from the childhood habit that you as parents should always show the curiosity of the children.

That way you do not need to send these children to learn it. Because he himself would wonder. Automatically with the more he learned to make it smart.

Reading culture
With reading activities will increase knowledge and cognitive development of children. Then how to do it? Read stories to children can be one way out. Alternatively, give children the gift of a book that can attract attention.

Especially now the internet era, why not use that weapon in educating? Internet has proven an effective way to get people to read. Of course, since this for the education of children to be smart, must remain accompanied by Parents.

Confidence
Educating children is a good smart-confidence and made him always optimistic that he can do something. One way is to participate in sports or social activities can membantunya.Dan not even educate children so that he became less confident.

One example is when a mother criticized her picture because the sky is red instead of blue. It seems trivial. But it's not a good education. Because children become afraid to do something because it is wrong. And people who never do anything how would be smart.

Some other things that can make a smart child is of course the benefits of breastfeeding, eliminate fast food and providing healthy food, get exercise. Hopefully, if you educate with education as a way above, children can become more intelligent.

Read more...

Coronary Artery Disease -What You Need to Know


by: Blubert Tavedorn


Coronary Artery Disease is commonly known as Heart Disease or Atherosclerosis. In coronary artery disease, plaque builds up inside the arteries. These plaques are formed by fats and cause the arteries to harden. The deposits are made of fat that came from the food that we eat. These fat deposits narrow the arteries and impede circulation. The narrowing of the arteries also causes high blood pressure because the body tries to compensate for the inadequate supply of blood throughout the system.

Fat deposits in arteries are very dangerous. Aside from the fact that these arteries should not be present in the arteries, these deposits also cause a disturbance in the heart's normal functioning. The blood vessels with fat deposits are narrowed. It also causes hardening that inhibits the normal elastic function of the vessels. It causes decreased blood flow to the heart which results in chest pain called angina.

Angina occurs when the heart doesn't have enough supply of oxygen for it to function properly. The heart muscles need oxygen for them to function because it is necessary for the energy formation of muscles that it uses for working. Without adequate energy, muscles will fail to work. Angina is described as a painful squeezing feeling in the chest that is also felt in the jaws, extremities and the back.

A heart attack occurs after angina. The heart ceases to function because its muscles did not receive much oxygen. Certain muscles in the heart have died because of the inadequate supply of oxygen and therefore the remaining muscles have to compensate for the loss. Compensation gives extra workload and fatigue, causing it to stop.

There are a lot of factors that cause coronary heart disease. One of them is a major risk factor that can't be avoided and that is family history. If your family is known to have coronary heart disease, then you will likely also have the condition. Little is known about this theory but it is very consistent among patients with coronary heart disease.

If you are living a sedentary or inactive lifestyle, it is now time to change your ways and to do some serious physical work. A sedentary lifestyle will increase your risk of developing heart disease because without physical activities, your heart muscles will become flabby and weak. You need to do some simple exercises to tone your heart muscles and make it strong.

Obesity also increases the chance of having heart disease. Fat is a major contributory factor for the development of heart disease and people who are obese or overweight have a lot of fat stored in their bodies. These fats need to be burned down to lose weight and prevent having serious complications such as heart disease.

All in all, heart disease is caused by living an inappropriate lifestyle. Keep in mind that no matter how rich you are, it is not an excuse for you not to work. Exercise should also be a regular habit so that your muscles will be tougher and can reach their optimum functioning.

For an awesome resource on yoga, look into these yoga dvds this instant.
To find other free health content see e-healtharticles.com

Read more...

Atrial Fibrillation Treatment: What Are My Options?


Atrial Fibrillation Treatment: What Are My Options?

by: Ben Escomm

Some of you may have heard that afib is common, comes with age, and is harmless. Not necessarily true. Clots can form in the heart from atrial fibrillation which can lead to a stroke. Afib may start as happening only every so often, but it usually leads to more episodes, which may lead to a more permanent episode (i.e. occurring all the time). The irregularity in the heart rate can cause you to be symptomatic. And there are some studies that are looking at a link between afib and heart failure.

So atrial fibrillation is not something to take lightly and it should be managed by your doctor. No doubt, if your doctor has diagnosed you with atrial fibrillation, then he or she has already started you on some drug treatment. The most common would be a blood thinner to prevent a clot from forming in the heart and thus reducing the potential for a stroke.

When a patient is in atrial fibrillation, their heart is very irregular and sometimes can race at a rate of between 100 and 130 or higher. In some patients this can make them feel symptomatic. If you are one of these patients and feel symptoms from the atrial fibrillation, your doctor may prescribe rate or rhythm control drugs. As the names suggest, these meds try to control the irregular and rapid rates of your heart. Though useful in controlling the heart, some patients don�t like them because of their associated side affects.

Additionally, since the drugs slow the heart rate down, there�s a chance of the heart going too slow. To counter this effect of drug treatment a pacemaker is sometimes implanted to ensure that your heart is beating at an appropriate level.

Another option available is an atrial fibrillation ablation. Unlike the medication therapy, this option tries to cure the atrial fibrillation. The procedure takes place at the hospital and is relatively simple. The only pain you would feel is after the procedure (you are usually asleep during the ablation), where the instruments used in the procedure (catheters) were inserted into your body. These instruments are small enough to fit in your blood vessels and are usually inserted in the groin area. The blood vessels are a way for the doc to access your heart without the need for major surgery (i.e. open heart surgery).

I go into more details on atrial fibrillation treatments on my website: www.understandingatrialfibrillation.com. There you will also find descriptions of atrial fibrillation, causes, and much more�all in easy to understand terms.

www.UnderstandingAtrialFibrillation.com
Ben has been in the medical device industry for several years. His experience is specifically with equipment relating to the heart. A good amount of his work is understanding patient heart conditions so that he can better suggest to cardiologists which equipment will work best for a specific situation. His work also provides him with a lot of patient interaction and this is where his website started. UnderstandingAtrialFibrillation.com is made for the patient--no medical jargon, just easy to understand information.

To find other free health content see e-healtharticles.com

Read more...

10 Easy Ways To Make Children Smarter

Scientific research shows that intelligence is both genetic and environmental. Intelligence is also not fixed but can be increased because the brain develops new neurons and interconnections with stimulation.

A supportive environment fosters numerous aspects of intelligence. The following 10 easy ways to stimulate intelligence in children will provide an "enriched environment" for brain growth.

One: Love and Self-Esteem Improve Academic Performance

In a long series of experiments, Prescott Lecky, an American educational researcher, found a high correlation between low self-esteem and learning problems in children.

He correctly theorized that by raising a child's self-esteem, learning performance would also improve.

His success stories include a poor speller who averaged 55 in six months, a Latin student who went from 30 after three encouraging conversations with a teacher, and a student considered to have no aptitude for English who improved over a semester to win the school's literary prize.

Two: Breast Fed Babies Are Smarter

Danish researchers found that mother's milk contained essential micronutrients for brain development. In fact, the longer the child was breast fed, the more the brain was nourished. For example, infants breast fed for 9 months were smarter than infants only breast-fed for two months.

Three: Proper Nutrition Improve Health And Nerve Conduction

Diets high in sugar, Trans fatty acids, and salt decreased health in children. Junk food failed to provide sufficient iron for healthy brain development, resulting in poor nerve impulses. Children with nutritional deficiency also missed school more often because of illness and fell behind their peers.

Four: Proper Breakfast Improves Attention At School

Thirty years of research has shown a strong correlation between breakfast and mental alertness. Children who had nutritious breakfasts had better memory. They also concentrated better and absorbed more information during class. Those who had no breakfast or poor breakfast were more irritable and distracted during class.

Five: Exercise Benefits Intelligence And Personality

Research conducted by the University of Illinois showed that fitter children performed better academically. Besides the obvious physiological benefits of improved oxygen intake, blood flow, immune stimulation, and neural transmission, there was also a psychological and sociological component, too. Psychologically, fitter children showed higher self-esteem. Sociologically, those who participated in organized sports displayed more confidence, more cooperation, and spontaneous leadership.

Six: Musical Training Improves IQ Into Adulthood

Long-term research by the University of Toronto showed that organized music lessons benefited children all the way into adulthood. The longer the child studied music, the higher their IQs as adults. Music students also displayed better grades throughout their schooling.

Seven: Some Video Games Enhance Mental Acuity

Research by the University of Rochester found that certain video games improved sensory perception, strategic thinking, and planning ahead of time. The video games that created positive mental improvements had an educational element that improved motor skills and enhanced memory.

Eight: Mind Games Do More Than Entertain

Board games like chess, checkers, creative games like Lego and jigsaw puzzles, and brainteaser games like crosswords, cryptograms, riddles, and Sudoku improved intelligence. Specifically, they stimulated better decision-making, smarter analytical thinking, and more accurate problem solving.

Nine: Reading Improves Both Creativity And Logic

Whether a child was read to at bedtime, or actively read their own books, silently or aloud, they displayed increased left and right brain intellectual growth. Both fiction and non-fiction books improved creative imagination and logical, sequential thinking.

Ten: Nurturing Curiosity Creates An Open, Absorbent Mind

Curiosity, the urge to seek knowledge, is essential to improving intelligence in children. Conducting educational outings, teaching new skills, and supporting hobbies encouraged the development of curiosity.

These 10 ways of raising intelligence in children are easy to apply, practical, and within the reach of parents and teachers. Research has shown that they are highly effective in creating the environmental support children need to develop their intelligence.

Read more...

The All Time Top Ten Study Tips For Success In Tests And Exams

by: Michael Tipper

There comes a time in every student's life when those things that you dread begin to loom on the horizon. Depending upon how confident you are about them, your horizon will either be measured in months, or maybe days. What am I talking about? Of course I mean examinations. You may be about to go into mid term mock examinations or you could be facing your final tests.

Whatever your situation and whenever you are going to be sat in an examination room it is never too early to start getting ready for those tests. Thorough preparation will provide you with a strong foundation and will give you the confidence and belief that you can do them and that you will get the grades you want.

But where do you start and which of the hundreds of study tips and study skill ideas do you use?

I am often asked for my top ten tips when it comes to exam success and over the years I have accumulated many ideas, some of which are more effective than others. However if I were to limit myself to just the top 10 that I felt were the most powerful based on all of the work I have done in this field, here are the ones that I think are the most powerful:

Find your own deep and compelling reason to successfully learn your subject and pass your exams.

This really is the most important of the study tips I shall share with you here because your success will be deeply rooted in your motivation to learn. Many kids at school do not want to be there and can't be bothered to try which is often why they fail. It does not mean that they are unable to learn, it just means that they have not applied themselves to the work at hand. I know that this is often true because I have met literally hundreds of people who "failed" at school by conventional standards yet later in life made the decision to go back to studying a subject because they wanted to do it. And because of their motivation to succeed the did.

So what does that mean to you? Well understand that you are driven by emotional needs and not necessarily logical ones. If we were driven by logic, the world would be a much better place. So you have to find a deep emotional reason for achieving success as a student. And if you can dig deep and find that reason then nothing will stop you because you will find a way.

Plan your time to include study, revision and social commitments - a balance of having fun, taking breaks and studying is vital.

Balance is very important to have a successful and rewarding life and the same is true when you are a student. OK you could spend every waking hour reading every book you could find and learning everything you could and yes you would pass your exams provided you had not burnt out. But it would not be fun, you would have no friends and you would definitely be out of balance.

Taking appropriate breaks and giving yourself little rewards when you have finished an essay or learnt something new for your exams is vital for your success. This is because it keeps you in balance and gives you a degree of variety that keeps you fresh and alert. Yes having a night out with your friends is good for you - but only if it is as a reward for doing good work and is as part of your overall plan.

Use multi-coloured Mind Maps for your notes.

My friend and mentor Tony Buzan developed the most powerful thinking tool ever (and I am not exaggerating here) when he invented the Mind Map. Imagine being able to get the key facts from an entire book on a single page in a way that was not only easy to remember but would stay in your memory for as long as you wanted it.

Imagine having a thinking tool that allowed you to prepare essays and assignments in a fraction of the time than you do at the moment AND have them much better. Imagine being able to give a powerful hour long presentation from a single page of colourful notes that you put together in about 10 minutes.

Well all these are possible with the Mind Map. It is an amazing tool that combines the power of association, the fact that we have a very strong visual processing mechanism and that it combines right and left brain processing.

I have seen what Mind Maps can do for students of all ages and all abilities and if I had my way it would be a compulsory tool taught to kids from a very young age.

Review your notes regularly to reinforce your new-found knowledge.

This is another very simple but extremely powerful tip for you. The experience of most students is that the learning that takes place in the classroom is really an information gathering exercise. When it comes to revising for their exams at the end of the year they go to their notes and often can't remember ever seeing that information before. They know they must have because the notes are in their handwriting but they can't remember anything! So the preparation for exams becomes a re-learning exercise.

This study tip is so simple and powerful yet most will not bother. If at the end of every day, every week and every month you quickly scanned what you have learnt, made a few key word notes and then reviewed those ultra-condensed notes regularly, you would be amazed at how much you could remember. This only need take 10 minutes at the end of the day, half an hour at the end of the week and maybe an hour or two at the end of the month.

Each time you review what you have learnt, even in condensed key word format, it is more deeply engrained in your memory.

Swiftly skim through your text books and course material before you read them in depth to give you an overview of your subject.

Now there is not enough space here to explain why this tip is important because it is a fundamental part of learning how to read faster and absorb more information. Just trust me on this one and before you start reading, skim through your book (no more than 10 minutes) to get a feel for the contents.

As you read in greater depth later on, some of what you have got from the quick scan will help put into context that information and allow you to make the necessary links in your mind and memory.

Doing this will often stop you from getting stuck at any point because you will have a flavour of what is to come later in the book and this added preview can help the understanding of earlier information.

Learn how to remember lists of things by linking each item to a location on a journey or route you are familiar with around your town. You could even use your own home.

At some point, once you have understood your subject, you will need to be able to memorise it. Many people think that just understanding it is enough to learn it but unfortunately that is not the case and so some memorization is necessary.

The most powerful way of doing this is to create a "filing system" in your mind. One way to do this is to create a little journey in your imagination (it can be a real place or you can make it up). See for example the chair, the bed, the TV, the door and the window in your bedroom. If you wanted to remember a sequence of items you would link an outrageous (and therefore memorable) picture to each location.

To recall the information, simply revisit the journey in your own mind and "see" the information in the silly pictures you have created.

Before you do any revision, warm up by doing some gentle exercise to relieve any tension in your body and to get a rush of healthy oxygen flowing to your brain.

There is a saying - "a healthy body, a healthy mind" - and nowhere is this more true than when it comes to learning. Two things happen when you physically warm up before studying. First of all you get rid of any physical tension that will create stress in the body and mind (not good for learning) and secondly you will get a rush of oxygen to the brain which will help you think more clearly (definitely good for learning).

Do past papers under thorough exam conditions as often as possible to familiarise yourself with the format and the pressures of working under exam conditions.

If you are training in a sport or practicing a musical instrument, you will practice the plays or rehearse the pieces for the big day. It would not make sense to spend months doing push ups and then turn up on the big day and expect to play soccer really well. It would also be unwise to only practice scales on your instrument and then when the big performance comes up expect a perfect recital.

So the same is true of exams. Fortunately these days you can get hold of past exam papers from previous years. Do these, under the same exam conditions, over and over again so that when the big day comes you will have exam experience under your belt.

Doing this will give you more confidence, much better exam techniqe and an insight into how the examiners for your subject think. Remember practice makes perfect.

In an exam, make sure you read the question completely and fully understand what the examiner wants before you allocate your time and begin answering the questions.

This is commonsense but you would be amazed at how many people do not do this. Take your time, plan what you are going to write and then write it.

If you are faced with a mental block breathe deeply, relax and ask yourself "If I did know the answer to this question, what would it be?"

This might sound silly but if you do it with a positive expectation that your very powerful subconcious will give you the answer, then you will be amazed at what comes to mind. The combination of the breathing, relaxation and expectation is the key. Of course you have had to have done the preparation beforehand because this won't work with information that you have not previously learnt or covered in class.

So there you have my top 10 tips. Each are very powerful and just doing one of them will make a big difference to your success...but if you do all 10...Wow!

Good luck and please do let me know how these work for you.

About The Author

Michael Tipper makes it very easy to be highly effective at learning and passing exams in a way that any student can easily achieve. To receive your free 7 day mini-course on being a highly effective student visit http://www.the77habits.com

Read more...

What is Swine Flu?

What is Swine Flu?

Swine flu (swine influenza) is a disease of pigs. It is a highly contagious respiratory disease caused by one of many Influenza A viruses. Approximately 1% to 4% of pigs that get swine flu die from it. It is spread among pigs by direct and indirect contact, aerosols, and from pigs that are infected but do not have symptoms. In many parts of the world pigs are vaccinated against swine flu.

Most commonly, swine flu is of the flu.mytipsonline.info”title=”" >H1N1 influenza subtype. However, they can sometimes come from the other types, such as H1N2, H3N1, and H3N2.

The current outbreak of swine flu that has infected humans is of the H1N1 type – this type is not as dangerous as some others.
Avian Influenza (Bird Flu) can also infect pigs

Avian flu and human seasonal flu viruses can infect pigs, as well as swine influenza. The H3N2 influenza virus subtype, a virulent one, is thought to have come from pigs – it went on to infect humans.

It is possible for pigs to be infected with more than one flu virus subtype simultaneously. When this happens the genes of the viruses have the opportunity to mingle. When different flu subtypes mix they can create a new virus which contains the genes from several sources – a reassortant virus.

What is strep throat? What is sore throat?
Although swine influenza tends to just infect pigs, they can, and sometimes do, jump the species barrier and infect humans.

What is the risk for human health?

Outbreaks of human infection from a virus which came from pigs (swine influenza) do happen and are sometimes reported. Symptoms will generally be similar to seasonal human influenzas – this can range from mild or no symptoms at all, to severe and possibly fatal pneumonia.

As swine flu symptoms are similar to typical human seasonal flu symptoms, and other upper respiratory tract infections, detection of swine flu in humans often does not happen, and when it does it is usually purely by chance through seasonal influenza surveillance. If symptoms are mild it is extremely unlikely that any connection to swine influenza is found – even if it is there. In other words, unless the doctors and experts are specifically looking for swine flu, it is rarely detected. Because of this, we really do not know what the true human infection rate is.
Examples of known swine flu infecting humans

Since the World Health Organization’s (WHO’s) implementation of IHR (2005) in 2007, they have been notified of swine influenza cases from the USA and Spain.

In March/April 2009 human cases of influenza A swine fever (H1N1) were first reported in California and Texas. Later other states also reported cases. A significant number of human cases during the same period have also been reported in Mexico – starting just in Mexico City, but now throughout various parts of the country. More cases are being reported in Canada, Europe, and New Zealand – mainly from people who have been in Mexico.
How does a human catch swine influenza?

Read more...

WHO : Experts begin their assessment of the response to the H1N1 influenza pandemic

Dr Margaret Chan
Director-General of the World Health Organization


Excellencies, distinguished members of the Review Committee, representatives of member states, colleagues in the UN system, representatives of nongovernmental organizations, members of the media, ladies and gentlemen,

I am pleased to welcome you to the start of this review process. I am also pleased to see such a broad range of interests and expertise represented in this room.

This has been the first influenza pandemic in four decades. This has been the first major test of the functioning of the revised International Health Regulations, which entered into force in 2007.

The International Health Regulations have a provision that calls for a review of their functioning no later than five years after their entry into force. In 2008, the World Health Assembly decided that this first review should be undertaken by the Sixty-third World Health Assembly in May 2010.

As you know, this provision and this decision were in place prior to the onset of the 2009 H1N1 influenza pandemic.

During the January 2010 session of the Executive Board, I proposed that the scheduled IHR review could also be used to assess the international response to the influenza pandemic. The Executive Board agreed to this proposal.

I believe there is merit in assessing the performance of an international instrument, like the IHR, when put to an extreme test by a widespread and closely scrutinized infectious disease event.

As I have said before, this has been the most closely watched and carefully scrutinized pandemic in history. This gives us a vast body of scientific, clinical, and epidemiological data to assess.

Moreover, the pandemic’s spread was rapidly global. To date, laboratory confirmed cases of H1N1 pandemic influenza have been officially reported from 213 countries and overseas territories or communities. This gives us a vast and varied experience to assess.

The outbreak of SARS, the first severe new disease of the 21st century, occurred in 2003 while drafting of the revised Regulations was under way. Experiences during that outbreak led to many refinements in the Regulations, including the introduction of a system of checks and balances to ensure that no one, myself included, has unfettered power.

I see potential advantages in assessing the performance of the Regulations with a particular focus on the influenza pandemic and how it was managed, especially at the international level by WHO. When the performance of the IHR is assessed under the challenging conditions of an influenza pandemic, specific strengths and weaknesses are likely to come to light.

Ladies and gentlemen,

In planning and organizing this review, WHO aimed to facilitate a process that is independent, credible, and transparent. We want a frank and critical assessment. WHO is not defining or restricting the scope of specific issues that may arise. If our member states have questions or concerns, we want to hear these questions and concerns raised.

We are seeking lessons, about how the IHR has functioned, about how WHO and the international community responded to the pandemic, that can aid the management of future public health emergencies of international concern. And I can assure you: there will be more.

We want to know what worked well. We want to know what went wrong and, ideally, why. We want to know what can be done better and, ideally, how.

In a spirit of inclusiveness, this meeting has been opened to a range of organizations and agencies interested in improving our collective management of public health emergencies. We want to hear your views as well.

To support the credibility and independent nature of the review process, the Secretariat has been diligent in inviting a membership in this committee that is geographically balanced, that includes the views and experiences of developing and developed countries, and that represents a broad range of scientific expertise and practical experience in multiple disciplines.

The Secretariat has also been especially vigilant in seeking out possible conflicts of interest among committee members.

As I said, we want a frank, critical, transparent, credible and independent review of our performance, as well as that of the International Health Regulations. The Secretariat will do everything it can to facilitate such a process.

Thank you.

Source : http://www.who.int

Read more...

Tips Pola Tidur Bayi Yang Baik

Pola hidup bayi sangat mempengaruhi pola hidup orangtuannya, oleh karena itu orang tua bisa mengajarkan bahwa malam hari adalah waktu tidur , dengan mempraktekan petunjuk berikut :
Menerapkan pola tidur malam

  • Kebanyakan bayi akan tidur dimana saja Bila merasa lelah, oleh karena itu berusahalah sebaik-baiknya menghindarkan sinar terang benderang dan suara hingar-bingar di sekitar bayi yang sedang tidur.

  • Ketika bayi bangun tengah malam, maka jangan memberikan stimulasi yang berlebuhan biarkan lampu redup ketika menggan ti popok atau menyusui lalu segera tidurkan kembali, jangan mengajaknya bercanda.

  • Apabila bayi cenderung bangyn pagi-pagi makatutupla gordeng rapat-rapat agar menutup sinar matahari.

  • Buatlah bayi terjaga selama siang hari, jika bayi ntidur sore lebih dari 3-4 jam. Maka bangunkan dan ajak bercanda.

  • Bila bayi di beri ASI, susuilah dia lebih lama menjelang tidur supaya bayi tidak terganngu tidurnya dikarenakan lapar.

Membantu bayi kembali tidur

Stimulasi lembut secara berkesinambungan serin kali berhasil membujuk tidur kembali. Cobalah menepuk-nepuk,menggendongnya sambil berjalan danmengayunnya.
Apabila bayi masih menngeliat atau masih menggumam jangan salah dugabahwa dia masih terjaga. Aktivitas ini mungkinsaja tanda bahwa bayi mau tidur.
Bila bayi terjaga dan masih nangis, ingatlah bahwa menangis selama 15-20 menit tidaklah berbahaya, hanya saja pastikan kalau ia menangis bukan karena lapar atau basah.

Keselamatan bayi sewaktu tidur
  • Para ahli perawatan anak menyarankan agar bayi baik tidur dalam posisi terlentang atau miring ketimbang telungkup.

  • Rekomendasi ini mungkin tidak berlaku bilamana bayi lahir premature, cenderung mintah- muntah atau kondisi kesehatannya memungkinkan dia mengalami penyumbatan saluran nafas.

Bayi tak boleh tidur ditengkurapkan karena susah bernafas.
Salah! Tidur tengkurap lebih nyaman buat bayi karena membuatnya lebih nyenyak dan tak rewel, serta membantu rekoil pernafasan dada lebih teratur. Sejak lahir pun, setiap saat diletakkan di tempat tidur, bayi boleh ditengkurapkan. Pengalaman menunjukkan, dengan sering ditengkurapkan, perkembangan motoriknya angkat kepala, tengkurap, bolak-balik, duduk, dan sebagainya- lebih baik. Keberatan tidur tengkurap belakangan ini sering dikaitkan dengan tulisan mengenai SIDS (Sudden Infant Death Syndrome) yang sering terjadi di negeri Barat karena bayi tidur di ranjang terpisah dari orang tua, kadang di kamar yang terpisah pula. Sedangkan di Indonesia, umumnya bayi tidur di samping orang tua dan jarang sekali ditinggal sendiri. Jadi, tak perlu takut dengan SIDS hanya karena menengkurapkan bayi.
(Diolah dari Berbagai Sumber ..)Tips Pola Tidur Bayi Yang Baik

Read more...

Askep Tinnitus


Asuhan Keperawatan Pada Pasien Tinnitus


Definisi

Tinnitus merupakan gangguan pendengaran dengan keluhan selalu mendengar bunyi, namun tanpa ada rangsangan bunyi dari luar. Sumber bunyi tersebut berasal dari tubuh penderita itu sendiri, meski demikian tinnitus hanya merupakan gejala, bukan penyakit, sehingga harus di ketahui penyebabnya.(dr. Antonius HW SpTHT dalam artikel Suara Keras Sebabkan Telinga Mendenging . Indopos Online)

Tinnitus adalah suatu gangguan pendengaran dengan keluhan perasaan mendengar bunyi tanpa rangsangan bunyi dari luar. Keluhannya bisa berupa bunyi mendenging, menderu, mendesis, atau berbagai macam bunyi lainnya. Gejalanya bisa timbul terus menrus atau hilang timbul.(Putri Amalia dalam artikel Gangguan Pendengaran ”Tinnitus”.FK Universitas Islam Indonesia)



Etiologi

Penyebab terjadinya tinnitus sangat beragam, beberapa penyebabnya anatara lain :
  • Kotoran yang ada di lubang telinga, yang apabila sudah di bersihkan rasa berdenging akan hilang.
  • Infeksi telinga tengah dan telinga dalam.
  • Gangguan darah.
  • Tekanan darah yang tinggi atau rendah, dimana hal tersebut merangsang saraf pendengaran.
  • Penyakit meniere’s Syndrome, dimana tekanan cairan dalam rumah siput meningkat, menyebabkan pendengaran menurun, vertigo, dan tinnitus.
  • Keracunan obat.
  • Penggunaan obat golongan aspirin ,dsb.

Patofisiologi

Menurut frekuensi getarannya, tinnitus terbagi menjadi dua macam, yaitu :
  • Tinnitus Frekuensi rendah (low tone) seperti bergemuruh
  • Tinnitus frekuensi tinggi (high tone)seperti berdenging
Tinnitus biasanya di hubungkan dengan tuli sensorineural dan dapat juga terjadi karena gangguan konduksi, yang biasanya berupa bunyi dengan nada rendah. Jika di sertai dengan inflamasi, bunyi dengung akan terasa berdenyut (tinnitus pulsasi) dan biasanya terjadi pada sumbatan liang telinga, tumor, otitis media, dll.

Pada tuli sensorineural, biasanya timbul tinnitus subjektif nada tinggi (4000Hz). Terjadi dalam rongga telinga dalam ketika gelombang suara berenergi tinggi merambat melalui cairan telinga, merangsang dan membunuh sel-sel rambut pendengaran maka telinga tidak dapat berespon lagi terhadap frekuensi suara. Namun jika suara keras tersebut hanya merusak sel-sel rambut tadi maka akan terjadi tinnitus, yaitu dengungan keras pada telinga yang di alami oleh penerita.(penatalaksanaan penyakit dan kelainan THT edisi 2 thn 2000 hal 100). Susunan telinga kita terdiri atas liang telinga, gendang telinga, tulang-tulang pendengaran, dan rumah siput. Ketika terjadi bising dengan suara yang melebihi ambang batas, telinga dapat berdenging, suara berdenging itu akibat rambut getar yang ada di dalam rumah siput tidak bisa berhenti bergetar. Kemudian getaran itu di terima saraf pendengaran dan diteruskan ke otak yang merespon dengan timbulnya denging.

Kepekaan setiap orang terhadap bising berbeda-beda, tetapi hampir setiap orang akan mengalami ketulian jika telinganya mengalami bising dalam waktu yag cukup lama. Setiap bising yang berkekuatan 85dB bisa menyebabkan kerusakan. Oleh karena itu di Indonesia telah di tetapkan nilai ambang batas yangn di perbolehkan dalam bidang industri yaitu sebesar 89dB untuk jangka waktu maksimal 8 jam. Tetapi memang implementasinya belum merata. Makin tinggi paparan bising, makin berkurang paparan waktu yang aman bagi telinga.


Gejala

Pendengaran yang terganggu biasanya di tandai dengan mudah marah, pusing, mual dan mudah lelah. Kemudian pada kasus tinnitus sendiri terdapat gejala berupa telinga berdenging yang dapat terus menerus terjadi atau bahkan hilang timbul. Denging tersebut dapat terjadi sebagai tinnitus bernada rendah atau tinggi. Sumber bunyi di ataranya berasal dari denyut nadi, otot-otot dala rongga tellinga yang berkontraksi, dan juga akibat gangguan saraf pendengaran.


Diagnosis

Tinnitus merupakan suatu gejala klinik penyakit telinga, sehingga untuk memberikan pengobatannya perlu di tegakkan diagnosa yang tepat sesuai dengan penyebab, dan biasanya memanng cukup sulit untuk di ketahui.
Untuk memastikan diagnosis perlu di tanyakan riwayat terjadinya kebisingan, perlu pemerikasaan audio-metri nada murni (pure tone audiometry). Pada pemeriksaan nada murni gamabaran khas berupa takik (notch) pada frekuensi 4kHz. Anamnesis merupakan hal utama dan terpenting dalam menegakkan diagnosa tinnitus. Hal yang perlu di gali adalah seperti kualitas dan kauantitas tinnitus, apakah ada gejala lain yangmenyertai, seperti vertigo, gangguan pendengaran, atau gejala neurologik. Pemeriksaan fisik THT dan otoskopi harus secara rutin di lakukan, dan juga pemeriksaan penala, audiometri nada murni, audiometri tutur, dan bila perlu lakkukan ENG.


Pencegahan

Pencegahan terhadap tinnitus adalah sebagai berikut :
  • Hindari suara-suara yang bising, jangan terlalu sering mendengarkan suara bising(misalnya diskotik, konser musik, walkman, loudspeaker, telpon genggam)
  • Batasi pemakaian walkman, jangan mendengar dengan volume amat maksimal
  • Gunakan pelindung telinga jika berada di tempat bising.
  • Makanlah makanan yang sehat dan rendah garam
  • Minumlah vitamin yang berguna bagi saraf untuk melakukan perbaikan, seperti ginkogiloba, vit A dan E
  • Lain-lain


Diagnosa Keperawatan yang Mungkin Muncul
  1. Cemas b/d kurangnya informasi tentang gangguan pendengaran (tinnitus)

    Tujuan / Kriteria Hasil:
    • Tidak terjadi kecemasan, pengetahuan klien terhadap penyakit meningkat
    Intervensi :
    • Kaji tingkat kecemasan / rasa takut
    • Kaji tingkat pengetahuan klien tentang gangguan yang di alaminya
    • Berikan penyuluhan tentang tinnitus
    • Yakinkan klien bahwa penyakitnya dapat di sembuhkan
    • Anjurkan klien untuk rileks, dan menghindari stress.
  2. Gangguan istirahat dan tidur b/d gangguan pendengaran

    Tujuan / Kriteria Hasil :
    • Gangguan tidur dapat teratasi atau teradaptasi
    Intervensi :
    • Kaji tingkat kesulitan tidur
    • Kolaborasi dalam pemberian obat penenang/ obat tidur
    • Anjurkan klien untuk beradaptasi dengan gangguan tersebut.
  3. Resiko kerusakan interaksi sosial b/d hambatan komunikasi

    Tujuan / Kriteria Hasil :
    • Resiko kerusakan interaksi sosial dapat di minimalkan
    Intervensi :
    • Kaji kesulitan mendengar
    • Kaji seberapa parah gangguan pendengaran yang di alami klien
    • Jika mungkin bantu klien memahami komunikasi nonverbal
    • Anjurkan klien menggunakan alat bantu dengar setiap di perlukan jika tersedia.


Sumber
  • Doenges, Marilynn,E, dkk. Rencana Asuhan Keperawatan. Edisi ketiga, penerbit buku kedokteran. EGC.1999.
  • dr. Antonius HW SpTHT dalam artikel Suara Keras Sebabkan Telinga Mendenging . (Indopos Online)
  • Putri Amalia.Dalam artikel kesehatan.Tinnitus.FK. Universitas Islam Indonesia
  • www.suarasurabaya.net/v05/konsultasikesehatan/?p=126
  • www.pikiran-rakyat.com/cetak/2006/022006/09/cakrawala/lainnya04.htm
  • www.sinarharapan.co.id/iptek/kesehatan/2003/031/kes3.html
  • www.solusisehat.net/tips_kesehatan.php?id=496
  • www.radarlampung.co.id/edisi_minggu/keluarga/denging,_efek_listrik_tubuh.radar
  • http://jurnalnasional.com/?med=about%20us

Read more...

Askep Peritonitis

Asuhan Keperawatan Pada Pasien Dengan Peritonitis
Askep Peritonitis



Peritonitis

Pengertian

Peritonitis adalah peradangan peritoneum, suatu lapisan endotelial tipis yang kaya akan vaskularisasi dan aliran limpa.


Etiologi
  1. Infeksi bakteri
    • Mikroorganisme berasal dari penyakit saluran gastrointestinal
    • Appendisitis yang meradang dan perforasi
    • Tukak peptik (lambung / dudenum)
    • Tukak thypoid
    • Tukan disentri amuba / colitis
    • Tukak pada tumor
    • Salpingitis
    • Divertikulitis
    • Kuman yang paling sering ialah bakteri Coli, streptokokus alpha dan beta hemolitik, stapilokokus aurens, enterokokus dan yang paling berbahaya adalah clostridium wechii.
  2. Secara langsung dari luar.
    • Operasi yang tidak steril
    • Terkontaminasi talcum venetum, lycopodium, sulfonamida, terjadi peritonitisyang disertai pembentukan jaringan granulomatosa sebagai respon terhadap benda asing, disebut juga peritonitis granulomatosa serta merupakan peritonitis lokal.
    • Trauma pada kecelakaan seperti rupturs limpa, ruptur hati
    • Melalui tuba fallopius seperti cacing enterobius vermikularis. Terbentuk pula peritonitis granulomatosa.
  3. Secara hematogen sebagai komplikasi beberapa penyakit akut seperti radang saluran pernapasan bagian atas, otitis media, mastoiditis, glomerulonepritis. Penyebab utama adalah streptokokus atau pnemokokus.

Patofisiologi

Peritonitis menimbulkan efek sistemik. Perubahan sirkulasi, perpindahan cairan, masalah pernafasan menyebabkan ketidakseimbangan cairan dan elektrolit. Sistem sirkulasi mengalamin tekanan dari beberapa sumber. Respon inflamasi mengirimkan darah ekstra ke area usus yang terinflamasi. Cairan dan udara ditahan dalam lumen ini, meningkatkan tekanan dan sekresi cairan ke dalam usus. Sedangkan volume sirkulasi darah berkurang, meningkatkan kebutuhan oksigen, ventilasi berkurang dan meninggikan tekanan abdomen yang meninggikan diafragma.


Tanda dan Gejala

Tanda-tanda peritonitis relative sama dengan infeksi berat yaitu demam tinggi atau pasien yang sepsis bisa menjadi hipotermia, tatikardi, dehidrasi hingga menjadi hipotensi. Nyeri abdomen yang hebat biasanya memiliki punctum maximum ditempat tertentu sebagai sumber infeksi. Dinding perut akan terasa tegang karena mekanisme antisipasi penderita secara tidak sadar untuk menghindari palpasinya yang menyakinkan atau tegang karena iritasi peritoneum. Pada wanita dilakukan pemeriksaan vagina bimanual untuk membedakan nyeri akibat pelvic inflammatoru disease. Pemeriksaan-pemeriksaan klinis ini bisa jadi positif palsu pada penderita dalam keadaan imunosupresi (misalnya diabetes berat, penggunaan steroid, pascatransplantasi, atau HIV), penderita dengan penurunan kesadaran (misalnya trauma cranial, ensefalopati toksik, syok sepsis, atau penggunaan analgesic), penderita dnegan paraplegia dan penderita geriatric.


Komplikasi

  • Eviserasi Luka
  • Pembentukan abses

Pemeriksaan Penunjang

  1. Test laboratorium
    • Leukositosis
    • Hematokrit meningkat
    • Asidosis metabolik
  2. X. Ray
    Foto polos abdomen 3 posisi (anterior, posterior, lateral), didapatkan :
    • Illeus merupakan penemuan yang tak khas pada peritonitis.
    • Usus halus dan usus besar dilatasi.
    • Udara bebas dalam rongga abdomen terlihat pada kasus perforasi.

Penatalaksanaan Medis

  1. Bila peritonitis meluas dan pembedahan dikontraindikasikan karena syok dan kegagalan sirkulasi, maka cairan oral dihindari dan diberikan cairan vena untuk mengganti elektrolit dan kehilangan protein. Biasanya selang usus dimasukkan melalui hidung ke dalam usus untuk mengurangi tekanan dalam usus.
  2. Bila infeksi mulai reda dan kondisi pasien membaik, drainase bedah dan perbaikan dapat diupayakan.
  3. Pembedahan mungkin dilakukan untuk mencegah peritonitis, seperti apendiktomi. Bila perforasi tidak dicegah, intervensi pembedahan mayor adalah insisi dan drainase terhadap abses.

Diagnosa Keperawatan yang Muncul pada Peritonitis
  1. Nyeri bd proses inflamasi, demam dan kerusakan jaringan.
  2. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh bd muntah dan penghisapan usus.

Intervensi pada Peritonitis

Diagnosa Keperawatan I :
Nyeri bd proses inflamasi, demam dan kerusakan jaringan

Tujuan :
Persepsi klien tentang nyeri menurun, ditandai penurunan skala nyeri, dan tidak meringis.

Intervensi :
  • Kaji dan catat karakter dan beratnya nyeri setiap 1-2 jam
  • Setelah diagnosis, berikan narkotik, analgetik dan sedatif sesuai program untuk meningkatkan kenyamanan dan istirahat.
  • Pertahankan tirah baring ; istirahat, lingkungan yang tenang.
  • Pertahankan posisi nyaman ; semifowler.

Diagnosa Keperawatan II :
Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh bd muntah dan penghisapan usus.

Tujuan :
Nutrisi pasien adekuat, ditandai BB stabil, albumin serum 3,5 s/d 5,5 g/dl.

Intervensi :
  • Pertahankan pasien puasa sesuai program selama fase akut.
  • Bila mengalami ileus, selang NG akan dipasang untuk dekompresi abdomen.
  • Berikan cairan secara bertahap bila motilitas telah kembali, dibuktikan bising usus, penurunan distensi dan pasase flatus.
  • Bila diprogramkan dukung pasien dengan nutrisi parenteral.
  • Berikan pengganti cairan, elektrolit dan vitamin sesuai program.

Read more...

Copyright © 2012 ASKEP - ASUHAN KEPERAWATAN - Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP