Search This Blog

Tanda dan Gejala Hipotensi Ortostatik

Hipotensi ortostatik adalah bentuk hipotensi dimana tekanan darah seseorang turun ketika tiba-tiba berdiri atau peregangan. Dalam istilah medis, itu didefinisikan sebagai penurunan tekanan darah sistolik paling sedikit 20 mm Hg atau tekanan darah diastolik minimal 10 mm Hg ketika seseorang mengasumsikan posisi berdiri.

Gejala ini disebabkan oleh pooling darah di ekstremitas bawah pada perubahan posisi tubuh. Hal ini sangat umum dan dapat terjadi pada siapa saja sebentar, meskipun lazim khususnya di kalangan orang tua, dan orang-orang dengan tekanan darah rendah.

Ketika hipotensi ortostatik hadir, gejala berikut dapat terjadi setelah berdiri tiba-tiba atau peregangan (setelah berdiri):
  • Pusing.
  • Euforia atau dysphoria.
  • Disosiasi tubuh.
  • Distorsi dalam pendengaran.
  • Kepala ringan.
  • Mual.
  • Sakit kepala.
  • Penurunan sementara dalam pendengaran.
  • Penglihatan kabur atau redup (mungkin ke titik kebutaan sesaat).
  • Kejang.
  • Umum (atau ekstremitas) mati rasa / kesemutan dan pingsan.
  • Nyeri gantungan baju (nyeri berpusat di leher dan bahu).
  • Dan jarang, kasus-kasus ekstrim, sinkop vasovagal (jenis tertentu pingsan).
Mereka adalah konsekuensi dari tekanan darah yang tidak cukup dan perfusi serebral (suplai darah). Kadang-kadang, mungkin ada perasaan kehangatan di kepala dan bahu selama beberapa detik setelah pusing reda. Penurunan tekanan darah dapat menyebabkan episode vasovagal terjadi.

Read more...

Registered Nurse

A registered nurse (RN) is a nurse who has graduated from a nursing program and has passed a national licensing exam to obtain a nursing license. An RN's scope of practice is determined by local legislation governing nurses, and usually regulated by a professional body or council.

Registered nurses are employed in a wide variety of professional settings, often specializing in their field of practice. They may be responsible for supervising care delivered by other healthcare workers including enrolled nurses, licensed practical nurses, unlicensed assistive personnel, nursing students, and less-experienced RNs.

Registered nurses must usually meet a minimum practice hours requirement and undertake continuing education in order to maintain their registration. Furthermore, there is often a requirement that an RN remain free from serious criminal convictions.


History

he registration of nurses by nursing councils or boards began in the early twentieth century.[citation needed] New Zealand registered the first nurse in 1901 with the establishment of the Nurses Registration Act. Nurses were required to complete three years of training and pass a state-administered examination. Registration ensured a degree of consistency in the education of new nurses, and the title was usually protected by law. After 1905 in California, for example, it became a misdemeanour to claim to be an RN without a certificate of registration.

Registration acts allowed authorities a degree of control over who was admitted to the profession. Requirements varied by location, but often included a stipulation that the applicant must be "of good moral character" and must not have mental or physical conditions that rendered them unable to practice.

As nursing became more of an international profession, with RNs travelling to find work or improved working conditions and wages, some countries began implementing standardized language tests (notably the International English Language Testing System).


Education

Canada

In all Canadian provinces except Quebec, new registered nurses are required to have a Bachelor of Science in Nursing. This is either achieved through a four year university (or collaborative) program or through a bridging program for registered practical nurses or licensed practical nurses. Some universities also offer compressed programs for applicants already holding a bachelor's degree in another field.


United States

In the United States, a registered nurse is a clinician who has completed at least an associate degree in nursing or a hospital-based diploma program. The RN has successfully completed the NCLEX-RN examination for initial licensure. Associate degrees in nursing frequently take three years to complete because of the increased volume of undergraduate coursework related to the profession of nursing. Bachelor of Science in Nursing degrees include more thorough coursework in leadership and community health.

Specialty certification is available through organizations such as the American Nurses Credentialing Center, a subsidiary of the American Nurses Association. After meeting the eligibility requirements and passing the appropriate specialty certification exam, the designation of Registered Nurse – Board Certified (RN-BC) credential is granted.


Source : http://en.wikipedia.org/wiki/Registered_nurse

Read more...

Biografi Pelopor Keperawatan - Edith Cavell

Pelopor Keperawatan - Edith Cavell

Edith Cavell menghabiskan banyak waktunya membantu mereka yang benar-benar membutuhkannya, dan pada akhirnya dia meninggal untuk melakukan sesuatu yang ia cintai. Hal. Dia lahir di Norfolk, Inggris pada tanggal 4 Desember 1865 dan memasuki profesi keperawatan pada usia 20. Dia memutuskan untuk pindah ke Belgia untuk memulai karir, dan ia diberi judul sipir ke Berkendael Medical Institute yang terletak di Brussels. Dari 1907 sampai Perang dimulai pada tahun 1914, Cavell menghabiskan banyak waktunya modernisasi profesi keperawatan di Belgia. Selama musim panas 1914, Cavell berada di Inggris mengunjungi keluarga ketika perang dimulai. Keluarganya memintanya untuk tinggal tapi ia merasa berkewajiban untuk kembali ke Brussels untuk membantu tentara yang terluka. rumah sakit nya segera menjadi lokasi Palang Merah dan tentara di seluruh dunia, termasuk yang berasal dari Perancis, Inggris, dan Jerman diperlakukan sebagai diperlukan.

Selama waktu ini, poster di seluruh Jerman yang menyatakan bahwa siapa saja yang membantu atau tentara Inggris atau Perancis hidew akan dihukum. Meskipun peringatan publik jelas, Cavell dibantu dalam membantu Sekutu tahanan melarikan diri dan bersembunyi dari Jerman. Setelah pengujian nasibnya, rumah sakit diserang oleh tentara Jerman dan Cavell ditangkap pada tahun 1915. Meskipun memiliki seorang pengacara yang menjelaskan ia bertindak keluar dari kasih sayang untuk membantu orang, Cavell didakwa dengan pengkhianatan dan dihukum mati oleh regu tembak. Pada tanggal 12 Oktober 1915, Cavell dieksekusi. Hari ini ada acara peringatan berbagai layanan, termasuk satu di Trafalgar Square.

Read more...

Biografi Pelopor Keperawatan - Mary Carson Breckinridge

Pelopor Keperawatan - Mary Carson Breckinridge

Maria Breckinridge, lahir di Kentucky pada 1881, terkenal karena menciptakan Frontier Layanan Perawatan yang dapat pelayanan dan menyediakan perawatan kesehatan untuk orang-orang yang terlalu miskin untuk membelinya atau mereka yang tinggal di lokasi yang sangat terpencil di seluruh wilayah Appalachian di Kentucky. Selama hidupnya, ia juga mampu mendirikan sekolah pertama di Amerika Serikat bahwa perempuan dilatih dan disertifikasi untuk menjadi bidan. Melalui kedua prestasi, dia bisa membantu mengurangi tingkat kematian dari kedua bayi dan ibu hamil dalam waktu ketika bantuan medis untuk hal-hal seperti itu tidak sangat maju.

Breckingridge lulus dari St Luke's Hospital Pelatihan Sekolah pada tahun 1910. Dia kemudian memiliki dua orang anak, tapi keduanya meninggal sangat muda. Ini benar-benar memotivasi dirinya untuk memperbaiki kesehatan orang lain, terutama bayi dan ibu.

Dia berkelana di seluruh, termasuk ke Washington, DC untuk ajudan orang-orang yang sakit dari epidemi influenza pada tahun 1918. Dia juga bergabung dengan Comite Américain Tuangkan les Régions Dévastées de la Perancis dan dalam tahun yang sama memutuskan untuk membuat sebuah program mengunjungi perawat, yang kemudian menjadi sukses besar karena banyak perempuan dilatih sebagai bidan yang tepat dan perawat yang akan melakukan perjalanan untuk memberikan bantuan. Pada tahun 1921 ia kembali ke Kentucky untuk membawa idenya ke AS dan kembali ke sekolah di College Guru dari Columbia University di New York pada 1922. Pada tahun 1923 ia mengamati kota rumahnya dan menemukan bahwa tidak ada dokter bersertifikat atau bidan untuk membantu mempromosikan hidup sehat. Pada tahun 1924 setelah pergi ke Rumah Sakit Inggris untuk Ibu dan Bayi, ia menjadi bidan bersertifikat, dan setahun kemudian menyediakan jasa nya di seluruh Appalachia. Perempuan melalui program-nya akan dikirim ke Inggris untuk menjadi benar dilatih sebagai perawat dan bidan.

Read more...

Biografi Pelopor Keperawatan - Mary Eliza Mahoney


Pelopor Keperawatan - Mary Eliza Mahoney

Mary Eliza Mahoney (7 Mei 1845 - 4 Januari 1926) adalah orang Afrika Amerika pertama untuk belajar dan bekerja sebagai perawat profesional terlatih di Amerika Serikat, lulus pada tahun 1879.

Pada tahun 1908, ia mendirikan National Association of Colored Graduate Nurses (NACGN) dengan Adah B. Thoms. NACGN akhirnya bergabung dengan Amerika Nurses Association (ANA) pada tahun 1951. Dia diperingati oleh dua tahunan Mary Mahoney Award dari ANA untuk kontribusi yang signifikan dalam memajukan kesempatan yang sama dalam keperawatan untuk anggota kelompok minoritas.

Lahir di Dorchester, Massachusetts, Mary Eliza Mahoney bekerja di Rumah Sakit New England untuk Perempuan dan Anak (sekarang Dimock Community Health Center) selama lima belas tahun sebelum diterima ke sekolah perawat, yang merupakan pertama di Amerika.

Rumah Sakit didirikan oleh dokter perempuan di 1862. Ini dimulai program pelatihan perawat yang pada tahun 1872 dengan empat puluh dua mahasiswa, tetapi hanya empat benar-benar lulus, termasuk Linda Richards, yang lulus sebagai perawat berpendidikan formal pertama di Amerika Serikat.

Setelah mendapatkan diploma keperawatan pada tahun 1905, Mahoney bekerja selama bertahun-tahun sebagai perawat perawatan pribadi, mendapatkan reputasi dibedakan. Dari 1911-1912 ia menjabat sebagai direktur Howard Orphan Asylum untuk anak-anak kulit hitam di Kings Park, Long Island, New York.

Pada tahun 1896, Mahoney adalah salah satu anggota asli dari perawat yang didominasi kulit putih Nurses Associated Alumnae of the United States and Canada. Pada tahun 1911 itu menjadi Amerika Nurses Association (ANA). Pada tahun 1908 dia adalah salah satu pendiri dari National Association of Colored Graduate Nurses (NACGN).

Dalam pensiun, Mahoney masih peduli dengan kesetaraan perempuan dan pendukung kuat dari hak pilih perempuan (gerakan untuk mendapatkan hak untuk memilih wanita.) Pada tahun 1920, ia merupakan salah satu wanita pertama di Boston untuk mendaftar untuk memilih. Dia meninggal pada tanggal 4 Januari 1926, berusia 80.

Read more...

Biografi Pelopor Keperawatan - Florence Nightingale

Pelopor Keperawatan - Florence Nightingale

Florence Nightingale lahir di Firenze (Florence), Italia tanggal 12 Mei 1820. Ayah Florence bernama Wiliam Nightingale. Ibunya Frances (“Fanny”) Nightingale née Smith keturunan ningrat, keluarga Nightingale adalah keluarga terpandang. Semasa kecil Florence Nightingale tinggal di Lea Hurst yaitu sebuah rumah besar dan mewah milik ayahnya. Saat usia remaja, Florence tidak seperti anak ningrat kebanyakan yang suka bermalas-malasan dan berfoya-foya, Florence lebih banyak beraktivitas diluar rumah membantu warga sekitar yang membutuhkan.

Tahun 1846 ia mengunjungi Kaiserswerth, Jerman. Ia mengenal lebih jauh tentang Rumah Sakit Modern Pioner yang dipelopori oleh Pendeta Theodor Fliedner bersama istrinya dan dikelola oleh biarawati Lutheran dari kalangan katolik. Disana Florence terpesona akan pekerjaan sosial keperawatan yang dipraktekan oleh para biarawati, Florence pulang ke Inggris dengan membawa angan-angannya tentang keperawatan.

Florence ke Kaiserswerth untuk mendapatkan pelatihan bersama biarawati disana, ia belajar disana selama empat bulan, walaupun ditekan oleh keluarganya yang khawatir terjadi implikasi sosial yang timbul karena seorang gadis yang menjadi perawat serta latar belakang RS yang Katolik sementara Florence dari Kristen Protestan. Selain itu, Florence pernah bekerja di rumah sakit untuk orang miskin di Perancis.

Tanggal 12 Agustus 1853, Florence kembali ke London dan bekerja sebagai pengawas bagian keperawatan di Institute for the Care of Sick Gentlewomen, sebuah rumah sakit kecil di Upper Harley Street, London. Meletusnya perang di Semenanjung Krimea tahun 1854 yang memakan banyak korban membuat Florence mengajukan surat kepada mentri penerangan inggris saat itu (Sydney Hubert) untuk menjadi sukarelawan, ia merupakan sukarelawan wanita satu-satunya yang mendaftarkan diri.

Kondisi rumah sakit tersebut saat Florence baru tiba disana sangat mengerikan, semua ruangan penuh sesak dengan prajurit yang terluka dan berates-ratus prajurit bergelimpangan dihalaman tanpa tempat berteduh dan tanpa ada yang merawat. Florence melakukan perubahan-perubahan penting, ia mengatur tempat tidur para penderita diruangan dan untuk penderita diluar ruangan ia mengusahakan setidaknya bernaung dibawah pohon dan ia juga menugaskan mendirikan tenda. Penjagaan dilakukan secara teliti, begitu juga perawatan dilakukan dengan cermat; perban diganti secara berkala, obat diberikan pada waktunya, lantai rumah sakit dipel setiap hari, meja kursi dibersihkan, baju-baju kotor dicuci dengan mengerahkan bantuan tenaga dari penduduk setempat.

Florence Nightingale kembali ke Inggris sebagai pahlawan pada tanggal 7 Agustus 1857. Nightingale memainkan peran utama dalam pendirian Komisi Kerajaan untuk Kesehatan Tentara Inggris, dengan Sidney Herbert menjadi ketua. Di London, ia diundang oleh tokoh-tokoh masyarakat. Mereka mendirikan sebuah badan bernama “Dana Nightingale”, dimana Sidney Herbert menjadi Sekertaris Kehormatan dan Adipati Cambridge menjadi Ketuanya. Badan tersebut berhasil mengumpulkan dana yang besar sekali sejumlah ₤45.000 sebagai rasa terima kasih orang-orang Inggris karena Florence Nightingale berhasil menyelamatkan banyak jiwa dari kematian. Florence menggunakan uang itu untuk membangun sebuah sekolah perawat khusus untuk wanita yang pertama.

Pada tahun 1860 Florence menulis buku Catatan tentang Keperawatan (Notes on Nursing) buku setebal 136 halaman ini menjadi buku acuan pada kurikulum di sekolah Florence dan sekolah keperawatan lainnya. Pada tahun 1861 cetakan lanjutan buku ini terbit dengan tambahan bagian tentang perawatan bayi. Pada tahun 1869, Nightingale dan Elizabeth Blackwell mendirikan Universitas Medis Wanita. Pada tahun 1870-an, Linda Richards, “perawat terlatih pertama Amerika“, berkonsultasi dengan Florence Nightingale di Inggris, Linda Richards menjadi pelopor perawat di Amerika Serikat dan Jepang.

Pada tahun 1883 Florence dianugrahkan medali Palang Merah Kerajaan (The Royal Red Cross) oleh Ratu Victoria. Pada tahun 1907 Florence Nightingale dianugerahi dengan bintang jasa The Order Of Merit dan Florence Nightingale menjadi wanita pertama yang menerima bintang tanda jasa ini. Pada tahun 1908 ia dianugrahkan Honorary Freedom of the City dari kota London. Florence Nightingale meninggal dunia di usia 90 tahun pada tanggal 13 Agustus 1910. Ia dimakamkan di Gereja St. Margaret yang terletak di East Wellow, Hampshire, Inggris

Read more...

Biografi Pelopor Keperawatan - Clara Barton

Pelopor Keperawatan - Clara Barton

Clara Barton dianggap salah satu perawat terbesar. Dia adalah seorang perawat di medan perang, memberikan perawatan kepada prajurit. Clara membentuk Palang Merah Amerika pada tahun 1881.

Clara Barton lahir di Massachusetts, pada 25 Desember, 1821. Clara dan empat kakaknya dibesarkan di sebuah peternakan kecil oleh orang tua mereka Sarah Stone dan Stephen Barton. Selama masa kecilnya, ia sangat pemalu. Di sekolah Clara tidak berinteraksi dengan anak-anak lain. Clara membaca banyak buku, berkat kakaknya, Sally.

Pada usia tujuh belas, ibu Clara memiliki seorang pria "membaca" kekuatan dan kelemahan Clara. Dia mengatakan Clara terlalu sensitif untuk kebaikan sendiri. Dia juga mengatakan dia akan menjadi guru besar. Keluarga Clara mendesak dia untuk melakukan pengajaran. Jadi dia lakukan. Dia pergi ke Clinton Liberal Institute untuk belajar bagaimana untuk menjadi seorang guru yang lebih baik. Siswa Clara menyukainya dan belajar banyak, karena dia memperlakukan mereka dengan hormat dan bergabung dengan mereka dalam berbagai kegiatan. Kemudian, setelah melihat sekelompok anak laki-laki melakukan apa-apa di trotoar, Clara membuka sekolah di mana semua orang, kaya atau miskin, bisa hadir. Bertahun-tahun kemudian, ia pergi ke pemerintah AS dan bekerja di Patent Office in Washington, DC.

Tapi ketika perang saudara dimulai pada tahun 1861, Clara melihat foto-foto mantan murid-muridnya, yang sekarang tentara. Dia merasa bahwa dia harus membantu. Dia berusaha sangat keras untuk mendapatkan izin untuk memberikan pertolongan pertama di medan perang, dan akhirnya, ia melakukannya. Tapi itu hanya untuk berkemah, di mana tidak ada pertempuran. Suatu hari ia melanggar izin itu. Dia mulai bekerja di medan perang segera .Clara tidak mendukung perbudakan. Di medan perang, ia akan memberikan perawatan kepada semua prajurit, Union atau Konfederasi. Dia memasak makanan dan memberikan perawatan cedera. Pendidikan keperawatan tidak sangat formal pada waktu itu dan Clara tidak menghadiri sekolah perawat. Jadi dia memberikan otodidak perawatan. Dia dijuluki "The Angel of the Battlefield."

Ketika perang usai, Clara ke Eropa karena dia sakit. Dokternya telah mendesak dia untuk pergi karena Eropa tidak akan tahu dan dia bisa berhenti bekerja. Tapi dokter itu salah. Ketika Clara sampai di sana, banyak orang tahu tentang dia dan mengunjunginya. Suatu hari ia bertemu dengan Dr. Louis Appia dan Henri Dunant yang telah mendirikan Palang Merah Internasional, yang membantu orang-orang yang terluka dalam perang. Appia berbicara dengan Clara tentang Palang Merah dan pekerjaannya. Dia tinggal dan bekerja untuk Palang Merah selama perang.

Ketika Clara kembali ke Amerika, ia mencoba meyakinkan Presiden Rutherford Hayes, Sekretaris Negara dan Kongres untuk AS bergabung dengan Palang Merah Internasional. Tapi bulan berlalu dan Kongres belum menandatangani perjanjian untuk bergabung dengan Palang Merah Internasional, sehingga Clara mendirikan Palang Merah Amerika, dan menjadi Presiden pertama. Dia ingin Palang Merah Amerika untuk membantu para korban bencana alam, bukan hanya perang, dan dia kemudian membujuk Palang Merah Internasional untuk melakukannya juga. Clara memimpin Palang Merah Amerika dari tahun 1881 sampai 1904. Palang Merah memiliki gudang penuh persediaan makanan, air, dan perawatan kesehatan. Pada tahun 1905, Clara membentuk Perhimpunan Pertolongan Pertama Nasional untuk mengajar orang bagaimana memberikan pertolongan pertama dan menyelamatkan nyawa bahkan ketika petugas kesehatan tidak ada. Pada tanggal 12 April 1912, Clara Barton meninggal di rumahnya di Glen Echo, Maryland.

Saya pikir Clara adalah orang yang berani dan rela berkorban. Dia terus-menerus bekerja dan dia mencapai banyak hal, meskipun itu sulit maka bagi perempuan untuk bekerja di luar rumah. Clara Barton adalah inspirasi bagi banyak orang. Dia adalah seorang pemimpin yang mengajarkan masyarakat Amerika yang kita dapat membantu orang-orang yang terjebak dalam bencana. Dia menemukan cara-cara baru untuk memecahkan masalah kesehatan besar dan menyelamatkan banyak nyawa.


Referensi : truthaboutnursing.org

Read more...

4 Metodologi Dalam Psikologi

Beberapa metodologi dalam psikologi, di antaranya sebagai berikut :


1. Metodologi Eksperimental

Cara ini dilakukan biasanya di dalam laboratorium dengan mengadakan berbagai eksperimen. Peneliti mempunyai kontrol sepenuhnya terhadap jalannya suatu eksperimen. Yaitu menentukan akan melakukan apa pada sesuatu yang akan ditelitinya, kapan akan melakukan penelitian, seberapa sering melakukan penelitiannya, dan sebagainya. Pada metode eksperimental, maka sifat subjektivitas dari metode introspeksi akan dapat diatasi. Pada metode instrospeksi murni hanya diri peneliti yang menjadi objek. Tetapi pada instrospeksi eksperimental jumlah subjek banyak, yaitu orang - orang yang dieksperimentasi itu. Dengan luasnya atau banyaknya subjek penelitian maka hasil yang didapatkan akan lebih objektif. Metode penelitian umumnya dimulai dengan hipotesis yakni prediksi/peramalan, percabangan dari teori, diuraikan dan dirumuskan sehingga bisa diujicobakan.

2. Observasi Ilmiah

Pada pengamatan ilmiah, suatu hal pada situasi-situasi yang ditimbulkan tidak dengan sengaja. Melainkan dengan proses ilmiah dan secara spontan. Observasi alamiah ini dapat diterapkan pula pada tingkah laku yang lain, misalnya saja : tingkah laku orang-orang yang berada di toko serba ada, tingkah laku pengendara kendaraan bermotor dijalan raya, tingkah laku anak yang sedang bermain, perilaku orang dalam bencana alam, dan sebagainya.

3. Sejarah Kehidupan (metode biografi)

Sejarah kehidupan seseorang dapat merupakan sumber data yang penting untuk lebih mengetahui “jiwa” orang yang bersangkutan, misalnya dari cerita ibunya, seorang anak yang tidak naik kelas mungkin diketahui bahwa dia bukannya kurang pandai tetapi minatnya sejak kecil memang dibidang musik sehingga dia tidak cukup serius untuk mengikuti pendidikan di sekolahnya. Dalam metode ini orang menguraikan tentang keadaaan, sikap - sikap ataupun sifat lain mengenai orang yang bersangkutan. Pada metode ini disamping mempunyai keuntungan juga mempunyai kelemahan, yaitu tidak jarang metode ini bersifat subjektif. Sejarah kehidupan dapat disusun melalui 2 cara yaitu: pembuatan buku harian dan rekonstruksi biografi

4. Wawancara

Wawancara merupakan tanya jawab si pemeriksa dan orang yang diperiksa. Agar orang diperiksa itu dapat menemukan isi hatinya itu sendiri, pandangan-pandangannya, pendapatnya dan lain-lain sedemikian rupa sehingga orang yang mewawancarai dapat menggali semua informasi yang dibutuhkan.Baik angket atau interview keduanya mempunyai persamaan, tetapi berbeda dalam cara penyajiannya. Keuntungan interview dibandingkan dengan angket, yaitu:
  1. Pada interview apabila terdapat hal yang kurang jelas maka dapat diperjelas
  2. interviwer(penanya) dapat menyesuaikan dengan suasana hati interviwee ( responden yang ditanyai)
  3. Terdapat interaksi langsung berupa face to face sehingga diharapkan dapat membina hubungan yang baik saat proses interview dilakukan.

Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Psikologi

Read more...

Tes Rorschach / Tes Bercak Tinta Rorschach

Tes Rorschach juga dikenal dengan tes bercak tinta Rorschach, teknik Rorschach, atau tes bercak tinta) adalah tes psikologi yang meminta subjek untuk menulis atau menyebutkan gambar-gambar berupa bercak tinta (inkblot), dan kemudian dianalisis dengan menggunakan interpretasi psikologis, algoritma kompleks, atau keduanya. Beberapa psikolog menggunakan tes ini untuk mengetahui karakter dan emosional seseorang. Tes Rorschach telah digunakan untuk mendeteksi masalah-masalah psikologis seperti gangguan pikiran, terutama dalam kasus ketika pasien enggan menyatakan proses berpikir mereka secara terbuka. Tes ini dinamakan sesuai dengan nama penciptanya, psikolog Swiss Hermann Rorschach.

Pada tahun 1960an, tes Rorschach adalah tes psikologi yang paling umum digunakan.Di Amerika Serikat, tes Rorschach adalah tes ke-8 yang paling sering digunakan pada pasien di fasilitas kesehatan mental. Tes ini juga menjadi tes yang paling sering digunakan oleh Society for Personality Assessment, dan digunakan oleh psikiater dalam 25% kasus penilaian forensik, biasanya dengan penilaian MMPI-2 dan MCMI-III. Menurut survey, tes Rorschach digunakan oleh sekitar 20% psikolog koreksional, dan 80% psikolog klinis.

Tes ini juga menimbulkan perdebatan di kalangan psikolog, termasuk objektivitas penguji, reliabilitas antar penilai, pemastian, validitas pengujian, bias skala patologi tes terhadap besarnya jumlah respon, dan terbatasnya jumlah kondisi psikologi untuk dianalisa. Di pengadilan, penggunaan tes ini sendiri butuh evaluasi.


Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Tes_Rorschach

Read more...

Askep Katarak


Asuhan Keperawatan Katarak


Pengertian

Katarak adalah kekeruhan pada lensa yang dapat terjadi akibat hidrasi (penambahan cairan) lensa, denaturasi protein lensa atau akibat keduanya (Anas 2011, h.54).

Katarak adalah suatu keadaan dimana lensa mata yang biasanya jernih dan bening menjadi keruh (Sidarta 2004, h.125).


Etiologi
  • Fisik (trauma tumpul & tajam)
  • Kimia
  • Penyakit predisposisi seperti DM
  • Genetik dan gangguan perkembangan
  • Infeksi virus di masa pertumbuhan janin
  • Usia


Klasifikasi

Menurut Allen katarak dibagi dalam dua kelompok :

1. Development Catarak

Pembentukan lensa fiber terganggu selama pertumbuhan ( congenital katarak dan juvenile katarak).

2. Degenarativ Catarak

Lensa fiber sudah terbentuk tetapi karena suatu sebab sehingga terjadi degenerasi dan lensa menjadi keruh ( katarak senile ).


Patofisiologi

Secara normal lensa berwarna transparan. Hal ini terjadi karena adanya keseimbangan antara protein yang dapat larut dengan protein yang tidak dapat larut dalam membran semipermiabel. Bila terdapat peningkatan jumlah protein yang tidak dapat diserap, maka terjadi penurunan sintesa jumlah protein. Maka jumlah protein dalam lensa berlebihan, sehingga pada lensa terdapat massa yang transparan atau bintik kecil di sekitar lensa dan membentuk suatu kapsul. Terjadinya penumpukan cairan, degenerasi dan disintegrasi pada serabut menyebabkan jalannya cahaya tidak dapat difokuskan pada bintik kuning dengan baik sehingga penglihatan terganggu.


Manifestasi Klinis
  • Rasa silau karena terjadi pembiasan tidak teratur oleh lensa yang keruh.
  • Pengeliatan akan berkurang secara perlahan.
  • Pada pupil terdapat bercak putih.
  • Bertambah tebal nukleus dengan perkembangnya lapisan korteks lensa.
  • Pengelihatan kabur.
  • Rasa nyeri pada mata (Andra 2013 h.65).


Pemeriksaan Penunang

1. Penyinaran samping

Dengan bantuan lampu senter, terlihat kekaburan lensa mata yang putih keabuan dengan dasar hitam. Pada stadium imatur, tampak bayangan iris diatas lensa akibat superfisial lensa masih transparan, iris shadow positif. Pada stadium matur, iris shadow negative, lensa keruh sama sekali.

2. Offtalmoskope

Pada stadium impisien da imatur tampak kekaburan yang kehitaman dengan latar belakang merah jambu. Pada stadium matur haya didapat warana putih atau kehitaman tanpa latar belakang merah jambu, lensa sudah keruh.


Penatalaksanaan
  1. Pada katarak kongenital dapat dilakukan tredektomi optis. Apabila lensa keruh sehingga tidak tampak /dapat dilakukan tredektomi optis pada anak usia kurang dari satu tahun maka dapat dilakukan insisi lensa, untuk anak yang lebih besar dapat dilakukan ekstraksi linier.
  2. Operasi katarak kongenital dilakukan bila refleks tidak tampak dan bila katarak bersifat total. Operasi dapat dilakukan pada usia 2 bulan atau lebih muda bila sudah dapat dilakukan pembiusan.
  3. Operasi/pembedahan pada jenis katarak lain:
    • ECCE (Ekstra Catarak Capsular Ekstrasi)
      Tindakan pembedahan dengan memecah atau merobek kapsul lensa anterior sehingga massa lensa dan korteks lensa dapat keluar melalui robekan tersebut.
    • ICCE(Intra Catarak Capsular Ekstraksi)
      Pembedakan dengan mengeluarkan isi lensa bersama kapsul. EKIK tidak boleh dilakukan pada usia kurang dari 40 tahun, karena masih mempunyai ligament hialoedia kapsuler.

LP laporan pendahuluan asuhan keperawatan Askep Katarak

Asuhan Keperawatan Katarak


Pengkajian

1. Riwayat
  • Riwayat penyakit : trauma mata, penggunaan obat kortikosteroid, penyakit diabetes melitus, hipotiroid, uveitis, glaukoma.
  • Riwayat keluhan gangguan : stadium katarak.
  • Psikososial : kemampuan aktivitas, gangguan membaca, resiko jatuh, berkendaraan.
2. Pengkajian umum
  • Usia
  • Gejala penyakit sistemik : diabetes melitus, hipotiroid.
3. Pengkajian khusus mata
  • Dengan pelebaran pupil, ditemukan gambaran kekeruhan lensa (berkas putih) pada lensa.
  • Keluhan terdapat diplopia, pandangan berkabut.
  • Penurunan tajam penglihatan (miopia).
  • Bilik mata depan menyempit.
  • Tanda glaukoma (akibat komplikasi) (Anas 2011, h.61).


Dianosa Keperawatan

1. Pre operasi :
” Cemas berhubunan dengan kurang pengetahuan prosedur operasi katarak”

2. Intra operasi :
” Nyeri berhubungan tindakan operasi”

3. Pasca operasi :
” Resiko tinggi infeksi berhubungan peradangan luka post operasi

Intervensi :

1. Cemas berhubunan dengan kurang pengetahuan dan informasi pre operasi katarak

Tujuan :
Cemas berkurang setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 10 menit,
dengan kriteria hasil:
  • Pasien tenang dan rileks
  • Dapat mengunkapkan penyebab kecemasan
  • Pasien mampu menontrol kecemasan
  • Pasien dapat menjelaskan tentang tindakan operasi

Intervensi :
  • Kaji tingkat kecemasanpasien , ukur tanda-tanda fital
  • Berikan informasi yan dibutuhkan pasien sebelum dilakukan tindakan pembedahan
  • Berikan teknik relaksasi serta suport mental yang melibatkan unsur-usur religi
  • Berikan kesempatan pasien untuk mengungkapkan perasaannya sebelum operasi

Rasional :
  • Kemungkinan peningkatan tekanan darah dan denyut nadi dengan disertai napas dangkal dan tidak teratur menunjukkan manifestasi cemas pada pasien
  • Informasi yang adekuat dan peyampaian yang aik akan mengubah persepsi dan pola pikir pasien
  • Pasien mampu mengontrol tingkat emosi dan kecemasannya, dengan mencoba beberapa teknik napas yang teratur, serta ketenangan jiwa yang berpengaruh terhadap tingkat emosi dan kecemasan.


2. Nyeri berhubungan dengan tindakan operasi

Tujuan :
Nyeri berkurang setelah dilakukan tindakan keparawatn selama 5 menit dengan kriteria hasil:
  • Pasien menatakan nyeri berkurang
  • Wajah pasien kelihatan relaks

Intervensi :
  • Anjurkan untuk menggunakan teknik manajemen relaksasi, guide imageri, visualisasi, dan napas dalam.
Rasional :
  • Meningkatkan relaksasi dan koping dapat menurunkan TIO ( tekanan intra okuli )


3. Resiko tinggi infeksi berhubungan dengan peradangan luka operasi

Tujuan :
Tidak terjadi infeksi selama dilakukan tindakan keperawatan

Intervensi :
  • Diskusikan pentinnya cuci tangan sebelum menyentuh atau mengoati mata
  • Tunjukan teknik yang tepat untuk memersihkan mata dari dalam keluar dengan tisu basah/ bola kapas untuk tiap usapan, anti balutan dan masukkan lensa kontak keitika menggunakan
  • Tekankan untuk tidak menyentuh atau menggaruk mata yang dioperasi
  • Observasi/ diskusikan tanda terjadinya infeksi contoh kemerahan, kelopak bekak, drainase purulen.

Rasional :
  • Menurunkan jumlah bakteri pada tangan, mencegah kontaminasi area operasi
  • Teknik aseptik menurunkan resiko penyebaran bakteri dan kontaminasi silang
  • Mencegah kontaminasi dan kerusakan sisi operasi
  • Infeksi mata terjadi 2-3 hari setelah prosedur dan memerlukan upaya intervensi.

Read more...

Daftar 5 Makanan Pengganti Obat Tidur


Tidur nyenyak buat beberapa orang merupakan kemewahan. Faktanya, tidur merupakan waktu untuk sel dari tubuh termasuk sel otak untuk bisa pulih.

Kekurangan tidur dapat membuat badan anda lemas, pusing, dan tidak fokus pada pagi harinya, sebagaimana dikutip dari Healthmeup.

Untuk membuat anda dapat tidur lebih nyenyak, tanpa meminum obat tidur, lebih baik anda memakan makanan berikut ini sebelum beranjak tidur sebagai penggantinya.

1.Sereal

Penelitian baru-baru ini menunjukan bahwa sereal rendah gula dapat juga membantu anda tidur lebih nyenyak. Salah satunya sereal dengan topping yoghurt.

Kombinasi keduanya dapat membantu mengaktifkan serotonin di otak yang bertanggungjawab untuk menstabilkan mood dan menciptakan kualitas tidur yang lebih baik. Ketika tingkat dari serotonin di tubuh sangat tinggi, maka anda akan merasa ngantuk.


2. Kacang Almond

Kacang segar, terutama almond, dianggap sebagai "makanan berkhasiat" untuk membantu anda tidur lebih nyenyak. Kandungan magnesium dalam kacang mencegah anda memiliki masalah tidur dan memicu relaksasi otot.

Kandungan protein di dalamnya juga membantu menstabilkan tingkat gula darah selama tidur. Disarankan untuk memakan almond setidaknya 2 3 jam sebelum tidur.


3. Telur Rebus

Jika anda bangun dan merasa lapar, anda mungkin memakan makanan tertentu. Pilihan terbaiknya adalah telur rebus.

Tingginya kandungan protein dalam telur membantu memperbaiki kualitas tidur dan menjaga kesehatan tubuh, sehingga hal itu memberikan anda perlindungan yang lengkap. Meski begitu, jika anda memiliki masalah kolesterol tinggi, disarankan untuk mengkonsumsi putih telurnya saja.


4. Popcorn

Mengandung cukup karbohidrat untuk membantu memastikan asupan yang memadai dari trytophan (asam amino) untuk otak.

Asam amino ini digunakan untuk menghasilkan serotonin, yang menstimulasi anda untuk tidur. Sehingga, tak ada masalah bila memakan popcorn sebelum tidur, selama tak ada tambahan mentega atau gula.


5. Madu

Tambahkan madu ke dalam teh sembari menikmati roti kesukaan anda. Madu dapat memperbaiki kualitas tidur. Kealamian untuk menstimulasi tidur dalam madu bisa menjadi solusi.

Read more...

7 Cara Ampuh Merawat Kesehatan Mata

Ada 7 cara mudah untuk menjaga kesehatan mata, pada artikel kali ini kami berikan berbagai tips supaya indera penglihatan kita baik anak maupun dewasa ini tidak terkena penyakit seperti minus, plus ataupun katarak. Mengapa kita harus menjaganya? Tahukah anda menurut World Health Organization (WHO) memperkirakan ada 45 juta penderita kebutaan di planet bumi dan ternyata sepertiganya berada di wiliayah Asia Tenggara, tempat kita tinggal. Di Indonesia diperkirakan ada satu orang menjadi buta tiap menitnya dan di dunia diperkirakan 12 orang menjadi buta setiap menit.

Ada 7 Tips mudah Merawat Kesehatan Mata yang bisa dilakukan setiap orang dalam menjaga kesehatan mata:

1. Mengetahui Sejarah Mata dalam Keluarga
Kemungkinan penyakit mata bisa muncul karena faktor keturunan. Maka daripada itu, mengetahui sejarah mata dalam keluarga anda sendiri adalah hal yang sangat penting. Dengan mengetahuinya, kita sebagai anak dapat mencegah agar penyakit mata turunan dengan mengkonsultasikannya pada dokter.

2. Diet yang Seimbang
Ternyata diet ada hubungannya dengan kesehatan mata, jadi saat melakukan program diet dengan mengonsumsi makanan yang bergizi dengan sayuran dan buah-buahan. Selalu pilih makanan yang mengandung vitamin A, C, dan E karena dapat meningkatkan kesehatan mata manusia. Selain itu, memakan ikan salmon juga dapat memberikan efek yang sangat baik.

3. utin Melakukan Pemeriksaan Mata
Seringkali manusia modern tidak menyadari bahwa stres karena sebuah pekerjaan dapat berdampak ke mata yang tidak sehat. Maka dari itu, perisakanlah mata anda secara rutin agar terhindar dari penyakit yang mungkin menyerang mata.

4. Hindari Kebiasaan Hidup Buruk
Cara ini sebenarnya berlaku untuk menjaga kesehatan seluruh badan yaitu menghindari minumanng ya beralkohol dan menghilangkan kebiasaan merokok. Para ilmuwan mengatakan, merokok dapat membuat mata katarak, degenerasi makula (hilangnya ketajaman penglihatan), serta kerusakan saraf pada mata. Dan terlalu banyak minum alkohol dapat membuat reaksi pupil jadi tidak stabil, pandangan kabur hingga rabun mata.

5. Pakai Pelindung Mata
Kacamata bisa dipakai untuk melindungi mata dari sinar matahari atau debu saat berolahraga atau aktivitas lainnya. Banyak kacamata yang dirancang khusus untuk olahraga tertentu untuk menghindari terjadinya cedera mata. Jadi, hindarilah penggunaan sunglasses hanya karena ingin bergaya.

6. Senam Mata
Bagaimana cara melakukan senamnya? gampang kok. Buka lebar-lebar kedua mata Anda. Lalu , putar bola mata ke atas, bawah, kiri, dan kanan selama dua detik dan tutup mata secara perlahan. Ulangi beberapa kali saat Anda sedang santai. Hal ini dapat mengurangi dampak mata stres karena radiasi sinar matahari atau komputer.

7. Istirahat yang Cukup
Sama seperti tubuh, mata juga butuh istirahat yang cukup. Menahan diri untuk tidak menonton televisi terlalu lama, atau berjam-jam di depan komputer padahal tidak sedang bekerja. Dengan begitu, mata Anda tidak kelelahan serta mendapatkan istirahat yang cukup.

Read more...

How to Become a Home Health Care Nurse


Home Health Care Nursing Information and Overview

Home health care is allowing the patient and their family to maintain dignity and independence. According to the National Association for Home Care, there are more than 7 million individuals in the United States in need of home health care nurse services because of acute illness, long term health problems, permanent disability or terminal illness.

Home Health Care Basics

Nurses practice in a number of venues: Hospital settings, nursing homes, assisted living centers, and home health care. Home health care nursing is a growing phenomenon as more patients and their families desire to receive care in their homes. The history of home health care stems from Public Health Nursing where public health nurses made home visits to promote health education and provide treatment as part of community outreach programs. Today academic programs train nurses in home care and agencies place home health care nurses with ailing individuals and their families depending on the nurse's experience and qualifications. In many cases there is a shared relationship between the agency and the academic institution.

Many changes have taken place in the area of home health care. These include Medicare and Medicaid, and Long Term Care insurance reimbursement and documentation. It is important for the nurse and nursing agency to be aware of the many factors involved for these rules and regulations resulting from these organizations. Population and demographic changes are taking place as well. Baby boomers approaching retirement and will present new challenges for the home health care industry. Technology and medical care in hospitals has lead to shorter inpatient stay and more at-home rehabilitation. Increases in medical outpatient procedures are also taking place with follow-up home care. This has resulted in the decrease of mortality rate from these technologies and medical care has lead to increases in morbidity and chronic illness that makes the need for home health care nursing a greater priority.

Home Health Care Nurse Job Description

Through an array of skills and experience, home health care nurses specialize in a wide range of treatments; emotional support, education of patients who are recovering from illnesses and injury for young children and adults, to women who have experienced recent childbirth, to the elderly who need palliative care for chronic illness.

A practicing nurse must have the skills to provide care in a unique setting such as someone's home. The nurse is working with the patient and the family and must understand the communication skills for such dynamics. Rapport is evident in all nursing positions, but working in a patient's own living space needs a different level of skill and understanding. There is autonomous decision making as the nurse is no longer working as a team with other nurses in a structured environment, but is now as a member of the "family" team. The host family has cultural values that are important and are different for every patient and must be treated with extreme sensitivity. Other skills include critical thinking, coordination, assessment, communication, and documentation.

Home health care nurses also specialize in the care of children with disabilities that requires additional skills such as patience and understanding of the needs of the family. Children are living with disabilities today that would have resulted in mortality just twenty years ago. Genetic disorders, congenital physical impairments, and injury are just a few. Many families are familiar with managing the needs of the child, but still need expert care that only a home health care nurse can provide. It is important that a home health care nurse is aware of the expertise of the family about the child's condition for proper care of the child. There are many complexities involved, but most important, a positive attitude and positive reinforcement is of utmost importance for the development of the child.

Medication coordination between the home health care nurse, doctor, and pharmacist, ensures proper management of the exact science behind giving the patient the correct dose, time of administration, and combinations. Home health care nurses should be familiar with pharmacology and taught in training about different medications used by patients in the clinical setting.

Many advanced practicing nurses are familiar with medication regiments. They have completed graduate level programs. Home health care agencies believe that a nurse should have at least one year of clinical experience before entering home health care. Advanced practicing nurses can expedite that training by helping new nurses understand the home health care market and teaching.

Employment and Salary

According to the United States Department of Labor, there were 2.4 million nurses in America, the largest healthcare occupation, yet many academic and hospital organizations believe there is a gross shortage in nursing staff. The shortage of nurses was 6% in 2000 and is expected to be 10% in 2010. The average salary for hospital nursing is $53,450 with 3 out of 5 nursing jobs are in the hospital. For home health care, the salary is $49,000. For nursing care facilities, they were the lowest at $48,200.

Training and continuing education

Most home health care nurses gain their education through accredited nursing schools throughout the country with an associate degree in nursing (ADN), a Bachelor of Science degree in nursing (BSN), or a master's degree in nursing (MSN). According to the United States Department of Labor, in 2004 there were 674 BSN nursing programs, 846 ADN programs. Also, in 2004, there were 417 master's degree programs, 93 doctoral programs, and 46 joint BSN-doctoral programs. The associate degree program takes 2 to 3 years to complete, while bachelors degrees take 4 years to complete. Nurses can also earn specialized professional certificates online in Geriatric Care or Life Care Planning.

In addition, for those nurses who choose to pursue advancement into administrative positions or research, consulting, and teaching, a bachelor's degree is often essential. A bachelor's degree is also important for becoming a clinical nurse specialist, nurse anesthetists, nurse midwives, and nurse practitioners (U.S. Department of Labor, 2004).

All home health care nurses have supervised clinical experience during their training, but as stated earlier advanced practicing nurses hold master's degrees and unlike bachelor and associate degrees, they have a minimum of two years of post clinical experience. Course work includes anatomy, physiology, chemistry, microbiology, nutrition, psychology, and behavioral sciences and liberal arts. Many of these programs have training in nursing homes, public health departments, home health agencies, and ambulatory clinics. (U.S. Dep. of Labor, 2004).

Whether a nurse is training in a hospital, nursing facility, or home care, continuing education is necessary. Health care is changing rapidly and staying abreast with the latest developments enhances patient care and health procedures. Universities, continuing education programs, and internet sites, all offer continuing education. One such organization that provides continuing education is the American Nurses Association (ANA) or through the American Nurses Credentialing Center (ANCC).

Conclusion

There are many rewards to becoming a home health care nurse. Some rewards include the relationship with a patient and their family, autonomy, independence, and engaging in critical thinking. The 21st Century brings with it many opportunities and challenges. We must meet these challenges head on - there is an aging baby boomer population, a growing morbidity factor due to increased medical technology and patient care, and the growing shortage in nursing care.

Becoming a home health care nurse today is exciting and an opportunity to make a difference one life at a time. With clinical experience and proper education, a home health care nurse will lead the future of medical care.

By Michael V. Gruber, MPH is a contributing author to My Nursing Degree Online, providing articles and resources for nurses looking for continuing education online. With a Masters of Public Health and two years of medical school, Michael provides a unique perspective on the current nursing shortage crisis on the Nursing Career Blog as well as comprehensive articles about nurse education and advancement.

Find more information about becoming a Home Health Care Nurse [http://nursing.earnmydegree.com/nursingeducation/home-health-care-nurse-education.html] including certification and job openings at My Nursing Degree Online.

Article Source: http://nursing.earnmydegree.com/

Read more...

Latihan Mengenali Nilai Inti Diri Anda

Latihan Mengenali Nilai Inti Diri Anda

Bayangkan sebuah bola kristal yang mewakili nilai inti diri anda, dimana setiap kepingan-nya mewakili sifat atau attribut yang dimiliki oleh semua manusia dalam berbagai tahap perkembangannya. Coba kita perhatikan sebuah daftar attribut berikut ini:
  • Kreativitas
  • Fleksibilitas (bisa beradaptasi)
  • Kebjiksanaan (ketajaman, kemampuan dalam menilai)
  • Humor, riang, ceria
  • Berkarakter (etika, integritas, kejjujuran, keadilan)
  • Kebaikan, kasih sayang
  • Kemurahan hati
  • Menghormati diri sendiri
  • Menghormati dan menghargai orang lain
  • Sabar
  • Menerima diri
  • Keterbukaan, keingintahuan, kesadaran
  • Mempercayai diri
  • Kebulatan tekad
  • Disiplin
  • Keberanian
  • Kerendahan hati
  • Optimisme
  • Dan lain-lain: ____________
Ambil selembar kertas, lalu bagi menjadi dua, kemudian tuliskan daftar sifat tersebut dibagian kiri. Pada bagian kanan, buat skala.

Lalu, berikan rating pada diri anda untuk masing-masing sifat, dimana angka 10 berarti sifat tersebut sudah berkembang semaksimal yang anda bisa, dan 0 berarti sifat tersebut sama sekali belum anda kembangkan dan tidak pernah anda tunjukkan dalam satu tingkatan sekalipun.

Cobalah hanya sekedar memperhatikan level dari sifat-sifat ini tanpa membuat penilaian atau perbanding yang negatif. Ingat, ini bukanlah sebuah kontest untuk mengalahkan orang lain, karena nilai inti semua orang itu sama dan masing-masing mengekspresikannya dengan cara berbeda.

Jadi, cobalah untuk jujur, jangan menurunkan atau meninggikan rating anda.

Sumber : http://wownita.blogspot.com

Read more...

Bagaimana Supaya Terlihat Cantik di Sekolah

Terlihat Cantik di Sekolah

Banyak hal yang bisa kita lakukan untuk menambah rasa percaya diri, dan merasa cantik. Coba kita lihat, apa saja yang bisa kita lakukan agar merasa percaya diri dan terlihat lebih cantik:

Cantik dan percaya diri

Rasa percaya diri, berperanan penting untuk membuat seseorang merasa cantik dan menarik. Jadi, mulailah membangun kepercayaan itu dari sekarang. Rasa percaya diri itu, juga akan membantu mengubah pembawaan diri mu. Rasa itu juga akan membuat mu menjadi orang yang lebih menyenangkan. Ikuti beberapa langkah berikut ini untuk mendapatkan rasa percaya diri.
  • Berusahalah untuk uptodate. Tentu bukan cuma yang menyangkut gosip. Gosip memang penting, tapi banyak juga hal-hal yang sama penting. Misalnya tentang teknologi, politik, ekonomi, olahraga, dan lain-lain. Dengan meningkatkan pengetahuan, secara otomatis rasa percaya diri akan ikut meningkat.
  • Begaulah dengan orang-orang yang membuat mu nyaman. Jangan bergaul dengan orang yang suka merendahkan mu. Memang betul, kau harus tetap membuka diri untuk menerima siapa saja. Tapi, penting juga untuk punya lingkungan sendiri. Lingkungan yang akan selalu mendukung, dan bisa kau percaya.
  • Berbuat baiklah terhadap semua orang. Bukannya ingin sok moralis. Tapi, dengan menjadi orang baik, itu akan menghindari mu dari permusuhan, dan menempatkan mu di posisi yang aman. Dengan begitu, rasa percaya diri mu akan meningkat. Serta, dengan berbuat baik terhadap orang lain, akan mendorong orang untuk berbuat baik terhadap mu. Dan itu akan membuat mu menjadi lebih baik dan percaya diri.
  • Berbahagialah. Kebahagiaan itu mudah menular. Jika kamu merasa bahagia, rasa itu akan menyebar seperti api, dan membuat orang-orang disekitar menjadi ikut berbahagia. Saat kau telah mampu melakukan itu, kau akan merasa lebih percaya diri.


Cantik tanpa Makeup.

Sejauh ini kita belum menyinggung soal makeup. Itu tidak lain karena kita percaya bahwa, pada dasarnya, bukan makeup yang membuat kita menjadi cantik. Makeup bukanlah yang utama. Makeup itu sekedar hiasan yang bersifat sementara. Makeup hanyalah sekedar tambahan. Yang berarti, kita pasti bisa tetap cantik, meski tanpa makeup. Ikuti beberapa langkah berikut ini untuk tetap cantik, meski tak ber-makeup:
  • Makeup umumnya digunakan untuk menyembunyikan kekurangan. Nah, jika kamu merasa tidak punya kekurangan, berarti tidak perlu selalu menggunakan makeup. Tanpa makeup, kau pasti akan lebih cantik. Dan untuk mempertahankannya, rawatlah kulit mu secara teratur, dan jagalah kelembabannya.
  • Makeup bisa merusak kulit. Jadi, usahakan untuk menghindari penggunaan makeup yang berlebihan. Dan usahakan untuk selalu menjaga kebersihan dan kesegaran kulit, serta minum air yang cukup untuk mencegah kulit menjadi kering dan kusam.
  • Gunakan selalu sun-screen saat hendak keluar rumah. Sun-screen bisa menyelamatkan kulit dari kerusakan yang diakibatkan oleh sinar matahari. Sun-screen juga akan mencegah kulit menjadi gelap dan bernoda.

Cantik di Sekolah.
Untuk terlihat cantik di sekolah ataupun di tempat kuliah, bisa menjadi hal yang cukup sulit dilakukan, mengingat ada banyak sekali orang di sekitar. Dan banyak alasan yang membuat kita menjadi rendah diri. Tapi bukan berarti, tidak ada cara untuk mengatasinya. Perhatikan beberapa point penting berikut ini, agar kamu terlihat dan merasa bahwa diri mu jauh lebih cantik dari sebelumnya:
  • Yang pertama dan utama adalah... sadari bahwa kamu sebenarnya adalah orang yang cantik. Itu sebenarnya tidak sulit dilakukannya. Kau hanya perlu sedikit lebih mengaktualisasikan diri.
  • Usahakan untuk selalu terlihat rapi. Terlihat rapi, bukan berarti harus mewah dan serba mahal.
  • Bercukur. Menggunakan bulu sebagai perhiasan adalah kebiasaan kaum pria, bukan wanita. Jadi ingat, semua rambut yang berada di bawah kepala, tidak bisa di terima.
  • Jangan pernah mengenakan pakaian yang membuat tidak nyaman. Sebab, itu akan membuat gerakan mu terlihat aneh dan jelek.
  • Kenakan hanya pakaian yang pas untuk mu. Jangan mengenakan pakaian yang kekecilan, atau sebaliknya.

Nah, kami harap tulisan ini bisa membantu. Ingatlah, bahwa kecantikan itu bukan cuma di kulit, tapi semuanya, luar maupun dalam. Sebab, siapa kamu sesungguh nya di dalam, pasti akan terlihat juga di luar. Jadi, peliharalah kedua sisi itu.

Sumber : http://wownita.blogspot.com

Read more...

Bagaimana Supaya Anda Terlihat Lebih Tinggi


Sering merasa tidak pede dengan tubuh Anda ? Yang seolah tenggelam di antara teman - teman Anda yang bertubuh tinggi? Tidak masalah. Anda selalu bisa mengakali penampilan Anda. Dan Anda bisa terlihat lebih tinggi. Berikut 7 Tips supaya Anda terlihat lbih tinggi :

1. High heels

Dengan memakai High heels memang cara instan untuk menambah tinggi badan. Akan tetapi pastikan Anda tidak terlihat seperti sedang memakai egrang gara - gara high heels yang tak cocok. Pilihlah high heels yang bagian depannya tidak terlalu tertutup. Dan hindari sol bagian depan yang terlalu tebal.


2. High waist

jika Anda tidak suka memasukkan atasan ke dalam ban pinggang bawahan, Anda bisa mendapatkan efek yang serupa dengan mengenakan high waist jeans.


3. Rambut updo

Penataan rambut ke atas dengan ekor kuda atau sanggul cepol modern. Jika leher Anda terlihat, Anda akan terlihat lebih tinggi. Atau Anda juga bisa mendapatkan efek serupa dengan memangkas rambut di atas bahu.


4. Warna gelap

Pemilihan warna merupakan trik dasar yang harus Anda kuasai. Agar tubuh Anda terlihat lebih tinggi, Anda bisa memakai baju-baju berwarna gelap. Lebih baik lagi jika Anda memilih baju warna gelap tanpa motif.


5. Masukkan kemeja

Kemeja yang dimasukkan ke dalam pinggang bawahan bisa memberikan efek kaki yang lebih jenjang. Tetapi pastikan ukuran kemeja Anda tidak kebesaran atau kekecilan agar tampak rapi saat dimasukkan.


6. Garis vertikal

Yang satu ini mungkin Anda sudah tahu. Garis-garis vertikal bisa memberikan efek siluet tubuh yang lebih panjang dan tinggi.


7. Pilih bawahan dengan panjang pas

Jika Anda bertubuh pendek, hindari bawahan yang panjangnya nanggung, tidak pendek tetapi juga tidak panjang. Sebaiknya pilih bawahan yang panjang atau mini sekalian. Ini penting untuk memberikan kesan panjang pada bagian kaki Anda.

Read more...

Bagaimana Terapi Musik Membantu Anak Autisme

Terapi Musik Membantu Anak Autisme

Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa terapi musik dapat menguntungkan individu-individu dari semua kemampuan dan usia. Terapi tersebut telah digunakan untuk mendukung perkembangan kognitif, sosial dan emosional pada orang di seluruh ras, negara dan masyarakat. Hal ini juga dapat membantu mempromosikan kesehatan dengan meningkatkan memori, meningkatkan keterampilan komunikasi dan mengelola stres. Para peneliti juga menunjukkan bahwa anak-anak dan remaja, yang telah menderita autis, bisa mendapatkan keuntungan banyak dengan terapi musik. Ini membantu meningkatkan perilaku sosial mereka, lebih baik upaya komunikasi mereka dalam hal gerakan, verbalisasi, kosa kata dan vokalisasi, mengurangi kecemasan mereka, meningkatkan perhatian dan fokus mereka, dan bahkan meningkatkan koordinasi tubuh dan kesadaran. Beberapa penelitian bahkan menunjukkan bahwa orang dewasa dan anak-anak dengan gangguan spektrum autisme atau ASD merespon musik dengan baik. Inilah sebabnya mengapa musik dianggap menjadi alat terapi yang potensial untuk mengobati autisme.

Berikut adalah cara yang dapat membantu anak-anak dengan autisme :

Musik mendorong anak-anak untuk berinteraksi sosial. Anak-anak yang menderita autisme, menunjukkan keterlibatan yang lebih dalam bersosial dan ekspresi emosional selama sesi terapi musik, dibandingkan dengan sesi permainan tanpa musik. Mereka juga menanggapi permintaan dari terapis jika ada musik dalam sesi. Selain itu, seorang terapis yang terlatih dan berpengalaman dapat menggunakan musik untuk meningkatkan keterampilan sosial dan meningkatkan interaksi sosial anak-anak ini. Bermain berbagai jenis gerakan dan game musik, dan berbagi instrumen, belajar untuk mendengarkan, bernyanyi dan berkumpul di sekitar alat musik adalah beberapa cara yang terapis dapat digunakan untuk meningkatkan interaksi tersebut.

Musik membantu meningkatkan komunikasi - Hampir tiga puluh persen dari anak-anak dengan autisme non-verbal. Sekali lagi, ada banyak anak-anak yang tidak bisa mengikuti perintah verbal atau mengerti bahasa tubuh. Studi telah membuktikan bahwa musik meningkatkan pemetaan suara untuk melakukan tindakan. Hal ini dilakukan dengan menghubungkan bagian motorik dan pendengaran dari otak. Hal ini membantu meningkatkan pemahaman perintah verbal. Dengan bantuan pelatihan berulang-ulang dan dengan pasangan musik dengan tindakan, keterampilan berbicara anak-anak ini dapat ditingkatkan.

Musik membantu meningkatkan perilaku seseorang - Dengan beberapa penelitian yang dilakukan selama rentang sepuluh bulan, telah terbukti bahwa sesi terapi musik mingguan meningkatkan perilaku keseluruhan anak-anak dengan autisme. Dalam studi tertentu, anak-anak yang mengikuti satu jam sesi terapi musik, sekali dalam seminggu, dan perilaku mereka dicari dalam daftar perilaku tertentu. Hasil menunjukkan perbaikan yang signifikan dalam perilaku yang dapat diamati.

Tentunya, terapi musik dapat sangat berguna dan bermanfaat bagi anak-anak dengan autisme.

oleh : Michelle Crossley

Read more...

Askep Sindrom Koroner Akut (SKA)

Asuhan Keperawatan Sindrom Koroner Akut (SKA)

Definisi

Andra (2006) mengatakan Sindrom Koroner Akut (SKA) adalah kejadian kegawatan pada pembuluh darah koroner.

Harun (2007) mengatakan istilah Sindrom Koroner Akut (SKA) banyak digunakan saat ini untuk menggambarkan kejadian kegawatan pada pembuluh darah koroner. Sindrom Koroner Akut (SKA) merupakan satu sindrom yang terdiri dari beberapa penyakit koroner yaitu, angina tak stabil (unstable angina), infark miokard non-elevasi ST, infark miokard dengan elevasi ST, maupun angina pektoris pasca infark atau pasca tindakan intervensi koroner perkutan. Sindrom Koroner Akut (SKA) merupakan keadaan darurat jantung dengan manifestasi klinis rasa tidak enak di dada atau gejala lain sebagai akibat iskemia miokardium.

Wasid (2007) menambahkan bahwa Sindrom Koroner Akut (SKA) adalah suatu fase akut dari Angina Pectoris Tidak Stabil/ APTS yang disertai Infark Miocard Akut/ IMA gelombang Q (IMA-Q) dengan non ST elevasi (NSTEMI) atau tanpa gelombang Q (IMA-TQ) dengan ST elevasi (STEMI) yang terjadi karena adanya trombosis akibat dari ruptur plak aterosklerosis yang tak stabil.


Etiologi

Menurut Cowie MR, Dar O (2008), penyebab gagal jantung dapat diklasifikasikan dalam enam kategori utama:
  • Kegagalan yang berhubungan dengan abnormalitas miokard, dapat disebabkan oleh hilangnya miosit (infark miokard), kontraksi yang tidak terkoordinasi (left bundle branch block), berkurangnya kontraktilitas (kardiomiopati).
  • Kegagalan yang berhubungan dengan overload (hipertensi).
  • Kegagalan yang berhubungan dengan abnormalitas katup.
  • Kegagalan yang disebabkan abnormalitas ritme jantung (takikardi).
  • Kegagalan yang disebabkan abnormalitas perikard atau efusi perikard (tamponade).
  • Kelainan kongenital jantung.
Wasid (2007) menambahkan mulai terjadinya Sindrom Koroner Akut (SKA) dipengaruhi oleh beberapa keadaan, yakni:
  • Aktivitas/latihan fisik yang berlebihan (tak terkondisikan)
  • Stress emosi, terkejut
  • Udara dingin, keadaan-keadaan tersebut ada hubungannya dengan peningkatan aktivitas simpatis sehingga tekanan darah meningkat, frekuensi debar jantung meningkat, dan kontraktilitas jantung meningkat.

Faktor Resiko

Faktor-faktor resiko penyakit jantung koroner dibagi dua yaitu faktor resiko yang dapat dimodifikasi dan factor resiko yang tidak dapat dimodifikasi.
Faktor resiko yang dapat dimodifikasi antara lain:
  • Hipertensi
  • Diabetes
  • Hiperkolesterolemia
  • Merokok
  • Kurang latihan
  • Diet dengan kadar lemak tinggi
  • Obesitas
  • Stress
Faktor resiko yang tidak dapat dimodifikasi antara lain:
  • Riwayat PJK dalam keluarga
  • Usia di atas 45 tahun
  • Jenis kelamin laki-laki > perempuan
  • Etnis tertentu lebih besar resiko terkena PJK

Patofisiologi

Gangguan kontraktilitas miokardium ventrikel kiri yang menurun pada Sindrom Koroner akut akan mengganggu kemampuan pengosongan ventrikel, sehingga volume residu ventrikel menjadi meningkat akibat berkurangnya stroke volume yang diejeksikan oleh ventrikel kiri tersebut. Dengan meningkatnya EDV (End Diastolic Volume), maka terjadi pula peningkatan LVEDP (Left Ventricle End Diastolic Pressure), yang mana derajat peningkatannya bergantung pada kelenturan ventrikel. Oleh karena selama diastol atrium dan ventrikel berhubungan langsung, maka peningkatan LVEDP akan meningkatkan LAP( Left Atrium Pressure ), sehingga tekanan kapiler dan vena paru-paru juga akan meningkat. Jika tekanan hidrostatik di kapiler paru-paru melebihi tekanan onkotik vaskular, maka akan terjadi transudasi cairan ke interstitial dan bila cairan tersebut merembes ke dalam alveoli, terjadilah edema paru-paru.

Peningkatan tekanan vena paru yang kronis dapat meningkatkan tekanan arteri paru yang disebut dengan hipertensi pulmonal, yang mana hipertensi pulmonal akan meningkatkan tahanan terhadap ejeksi ventrikel kanan. Bila proses yang terjadi pada jantung kiri juga terjadi pada jantung kanan, akhirnya akan terjadi kongesti sistemik dan edema.

Menurut Laksono S (2009), ada beberapa mekanisme patofisiologi sindrom koroner akut :
  1. Mekanisme neurohormonal : Pengaturan neurohormonal melibatkan sistem saraf adrenergik (aktivasi sistem saraf simpatis akan meningkatkan kadar norepinefrin), sistem renin-angiotensin, stres oksidatif (peningkatan kadar ROS/reactive oxygen species), arginin vasopressin (meningkat), natriuretic peptides, endothelin, neuropeptide Y, urotensin II, nitric oxide, bradikinin, adrenomedullin (meningkat), dan apelin (menurun).
  2. Remodeling ventrikel kiri : Remodeling ventrikel kiri yang progresif berhubungan langsung dengan memburuknya kemampuan ventrikel di kemudian hari.
  3. Perubahan biologis pada miosit jantung :Terjadi hipertrofi miosit jantung, perubahan komplek kontraksi-eksitasi, perubahan miokard, nekrosis, apoptosis, autofagi.
  4. Perubahan struktur ventrikel kiri : Perubahan ini membuat jantung membesar, mengubah bentuk jantung menjadi lebih sferis mengakibatkan ventrikel membutuhkan energi lebih banyak, sehingga terjadi peningkatan dilatasi ventrikel kiri, penurunan cardiac output, dan peningkatan hemodynamic overloading.

Manifestasi Klinis

Rilantono (1996) mengatakan gejala sindrom koroner akut berupa keluhan nyeri ditengah dada, seperti: rasa ditekan, rasa diremas-remas, menjalar ke leher,lengan kiri dan kanan, serta ulu hati, rasa terbakar dengan sesak napas dan keringat dingin, dan keluhan nyeri ini bisa merambat ke kedua rahang gigi kanan atau kiri, bahu,serta punggung. Lebih spesifik, ada juga yang disertai kembung pada ulu hati seperti masuk angin atau maag.

Tapan (2002) menambahkan gejala kliniknya meliputi:
  • Terbentuknya thrombus yang menyebabkan darah sukar mengalir ke otot jantung dan daerah yang diperdarahi menjadi terancam mati .
  • Rasa nyeri, rasa terjepit, kram, rasa berat atau rasa terbakar di dada (angina). Lokasi nyeri biasanya berada di sisi tengah atau kiri dada dan berlangsung selama lebih dari 20 menit. Rasa nyeri ini dapat menjalar ke rahang bawah, leher, bahu dan lengan serta ke punggung. Nyeri dapat timbul pada waktu istirahat. Nyeri ini dapat pula timbul pada penderita yang sebelumnya belum pernah mengalami hal ini atau pada penderita yang pernah mengalami angina, namun pada kali ini pola serangannya menjadi lebih berat atau lebih sering.
Selain gejala-gejala yang khas di atas, bisa juga terjadi penderita hanya mengeluh seolah pencernaannya terganggu atau hanya berupa nyeri yang terasa di ulu hati. Keluhan di atas dapat disertai dengan sesak, muntah atau keringat dingin.




Asuhan Keperawatan Sindrom Koroner Akut (SKA)

Pengkajian

Pemeriksaan Fisik
 
1. Tampilan Umum
Pasien tampak pucat, berkeringat, dan gelisah akibat aktivitas simpatis berlebihan. Pasien juga tampak sesak. Demam derajat sedang (< 380 C) bisa timbul setelah 12-24 jam pasca infark
2. Denyut Nadi dan Tekanan Darah
Sinus takikardi (100-120 x/mnt) terjadi pada sepertiga pasien, biasanya akan melambat dengan pemberian analgesic yang adekuat.
Denyut jantung yang rendah mengindikasikan adanya sinus tau blok jantung sebagai komplikasi dari infark.
Peningkatan tekanan darah moderat merupakan akibat dari pelepasan kotekolamin. Sedangkan jika terjadi hipotensi maka hal tersebut merupakan akibat dari aktivitas vagus berlebih, dehidrasi, infark ventrikel kanan, atau tanda dari syok kardiogenik.
3.      Pemeriksaan jantung
Terdangar bunyi jantung S4 dan S3 , atau mur-mur. Bunyi gesekan perikard jarang terdengar hingga hari kedua atau ketiga atau lebih lama lagi (hingga 6 minggu) sebagai gambatan dari sindrom Dressler.
4.      Pemeriksaan paru
Ronkhi akhir pernafasan bisa terdengar, walaupun mungkin tidak terdapat gambaran edema paru pada radiografi. Jika terdapat edema paru, maka hal itu merupakan komplikasi infark luas, biasanya anterior.
Pemeriksaan Penunjang
1      EKG (Electrocardiogram)
Pada EKG 12 lead, jaringan iskemik tetapi masih berfungsi akan menghasilkan perubahan gelombang T, menyebabkan inervasi saat aliran listrik diarahkan menjauh dari jaringan iskemik, lebih serius lagi, jaringan iskemik akan mengubah segmen ST menyebabkan depresi ST.
Pada infark, miokard yang mati tidak mengkonduksi listrik dan gagal untuk repolarisasi secara normal, mengakibatkan elevasi segmen ST. Saat nekrosis terbentuk, dengan penyembuhan cincin iskemik disekitar area nekrotik, gelombang Q terbentuk. Area nekrotik adalah jaringan parut yang tak aktif secara elektrikal, tetapi zona nekrotik akan menggambarkan perubahan gelombang T saat iskemik terjadi lagi. Pada awal infark miokard, elevasi ST disertai dengan gelombang T tinggi. Selama berjam-jam atau berhari-hari berikutnya, gelombang T membaik. Sesuai dengan umur infark miokard, gelombang Q menetap dan segmen ST kembali normal.
Gambaran spesifik pada rekaman EKG
Daerah infark Perubahan EKG
  • Anterior Elevasi segmen ST pada lead V3 -V4, perubahan resiprokal (depresi ST) pada lead II, III, aVF.
  • Inferior Elevasi segmen T pada lead II, III, aVF, perubahan resiprokal (depresi ST) V1 – V6, I, aVL.
  • Lateral Elevasi segmen ST pada I, aVL, V5 – V6.
  • Posterior Perubahan resiprokal (depresi ST) pada II, III, aVF, terutama gelombang R pada V1 – V2.
  • Ventrikel kanan Perubahan gambaran dinding inferior
2.      Tes Darah
  • Selama serangan, sel-sel otot jantung mati dan pecah sehingga protein-protein tertentu keluar masuk aliran darah.
  • Kreatinin Pospokinase (CPK) termasuk dalam hal ini CPK-MB terdetekai setelah 6-8 jam, mencapai puncak setelah 24 jam dan kembali menjadi normal setelah 24 jam berikutnya.
  • LDH (Laktat Dehidrogenisasi) terjadi pada tahap lanjut infark miokard yaitu setelah 24 jam kemudian mencapai puncak dalam 3-6 hari. Masih dapat dideteksi sampai dengan 2 minggu.
  • Iso enzim LDH lebih spesifik dibandingkan CPK-MB akan tetapi penggunaan klinisnya masih kalah akurat dengan nilai Troponin, terutama Troponin T.
  • Seperti yang kita ketahui bahwa ternyata isoenzim CPK-MB maupun LDH selain ditemukan pada otot jantung juga bisa ditemukan pada otot skeletal.
  • Troponin T & I protein merupakan tanda paling spesifik cedera otot jantung, terutama Troponin T (TnT)
  • Tn T sudah terdeteksi 3-4 jam pasca kerusakan miokard dan masih tetap tinggi dalam serum selama 1-3 minggu.
  • Pengukuran serial enzim jantung diukur setiap selama tiga hari pertama;
  • peningkatan bermakna jika nilainya 2 kali batas tertinggi nilai normal.
3.      Coronary Angiography
Coronary angiography merupakan pemeriksaan khusus dengan sinar X pada jantung dan pembuluh darah. Sering dilakukan selama serangan untuk menemukan letak sumbatan pada arteri koroner.
Kateter dimasukkan melalui arteri pada lengan atau paha menuju jantung. Prosedur ini dinamakan kateterisasi jantung, yang merupakan bagian dari angiografi koroner
Zat kontras yang terlihat melalui sinar X diinjeksikan melalui ujung kateter pada aliran darah. Zat kontras itu pemeriksa dapat mempelajari aliran darah yang melewati pembuluh darah dan jantung
Jika ditemukan sumbatan, tindakan lain yang dinamakan angioplasty, dapat dilakukan untuk memulihkan aliran darah pada arteri tersebut. Kadang-kadang akan ditempatkan stent (pipa kecil yang berpori) dalam arteri untuk menjaga arteri tetap terbuka.


Diagnosa Keperawatan dan Intervensi Keperawatan


1. Nyeri dada b.d. penurunan suplay oksigen ke miokard sekunder terhadap IMA

Tujuan :
Klien dapat beradaptasi dengan nyeri setelah mendapat perawatan 1x24 jam
Nyeri berkurang setelah intervensi selama 10 menit

Kriteria hasil :
a. Skala nyeri berkurang
b. Klien mengatakan keluhan nyeri berkurang
c. Klien tampak lebih tenang

Intervensi :
1. Anjurkan klien untuk istirahat
(R: istirahat akan memberikan ketenangan sebagai salah satu relaksasi klien sehingga rasa nyeri yang dirasakan berkurang, selain itu dengan beristirahat akan mengurangi O2 demand sehingga jantung tidak berkontraksi melebihi kemampuannya)
2. Motivasi teknik relaksasi nafas dalam
(R: relaksasi napas dalam adalah salah satu teknik relaks dan distraksi, kondisi relaks akan menstimulus hormon endorfin yang memicu mood ketenangan bagi klien)
3. Kolaborasi analgesik ASA 1 x 100 mg
(R: Analgesik akan mengeblok nosireseptor, sehingga respon nyeri klien berkurang)
4. Evaluasi perubahan klien: Nadi, TD, RR, skala nyeri, dan klinis
(R: mengevaluasi terapi yang sudah diberikan)


2. Penurunan curah jantung
Tujuan: Curah jantung meningkat setelah untervensi selama 1 jam

Kriteria hasil :
a. TD normal, 100/80 -140/90
b. Nadi kuat, reguler

Intervensi :
1. Berikan posisi kepala (lebih tinggi dari ekstrimitas)
(R: posisi kepala lebih tinggi dari ekstremitas (30 o) memperlancar aliran darah balik ke jantung, sehingga menghindari bendungan vena jugular, dan beban jantung tidak bertambah berat)
2. Motivasi klien untuk istirahat (bed rest)
(R: beristirahat akan mengurangi O2 demand sehingga jantung tidak berkontraksi melebihi kemampuannya)
3. Berikan masker non reservoir 8 lt/mnt
(R: pemberian oksigen akan membantu dalam memenuhi kebutuhan oksigen dalam tubuh)
4. Kolaborasi medikasi: Pemberian vasodilator captopril, ISDN, Pemberian duretik furosemid
(R: vasodilator dan diuretic bertujuan untuk mengurangi beban jantung dengan cara menurunkan preload dan afterload)
5. Evaluasi perubahan: TD, nadi, dan klinis
(R: mengevaluasi terapi yang sudah diberikan dan sebagai perbaikan intervensi selanjutnya)


3. Gangguan keseimbangan elektrolit : hipokalemia

Tujuan : Terjadi keseimbangan elektrolit setelah intervensi 1 jam

Kriteria hasil :
a TD normal (100/80 – 140/90 mmHg)
b Nadi kuat
c Klien mengatakan kelelahan berkurang
d Nilai K normal (3,8 – 5,0 mmmo/L)

Intervensi :
1. Pantau TD dan nadi lebih intensif
(R: penurunan Kalium dalam darah berpengaruh pada kontraksi jantung, dan hal ini mempengaruhi Td dan nadi klien, sehingga dengan memantau lebih intensif akan lebih waspada)
2. Anjurkan klien untuk istirahat
(R: beristirahat akan mengurangi O2 demand sehingga jantung tidak berkontraksi melebihi kemampuannya)
3. Kolaborasi pemberian kalium : Kcl 15 mEq di oplos dengan RL (500 cc/24 jam) dan Pantau kecepatan pemberian kalium IV
(R: koreksi Kalium akan membantu menaikkan kadar Kalium dalam darah)
4. Evaluasi perubahan klien: TD, nadi, serum elektrolit, dan klinis
(R: untuk mengevaluasi terapi yang sudah diberikan dan untuk program intervensi selanjutnya)

Read more...

Askep Atrial Septal Defect (ASD)

Asuhan Keperawatan Atrial Septal Defect (ASD)


Pengertian

ASD adalah penyakit jantung bawaan berupa lubang (defek) pada septum interatrial (sekat antar serambi) yang terjadi karena kegagalan fungsi septum interatrial semasa janin. Defek Septum Atrium (ASD, Atrial Septal Defect) adalah suatu lubang pada dinding (septum) yang memisahkan jantung bagian atas (atrium kiri dan atrium kanan). Kelainan jantung ini mirip seperti VSD, tetapi letak kebocoran di septum antara serambi kiri dan kanan. Kelainan ini menimbulkan keluhan yang lebih ringan dibanding VSD. Atrial Septal Defect adalah adanya hubungan (lubang) abnormal pada sekat yang memisahkan atrium kanan dan atrium kiri. Kelainan jantung bawaan yang memerlukan pembedahan jantung terbuka adalah defek sekat atrium. Defek sekat atrium adalah hubungan langsung antara serambi jantung kanan dan kiri melalui sekatnya karena kegagalan pembentukan sekat. Defek ini dapat berupa defek sinus venousus di dekat muara vena kavasuperior, foramen ovale terbuka pada umumnya menutup spontan setelah kelahiran, defek septum sekundum yaitu kegagalan pembentukan septum sekundum dan defek septum primum adalah kegagalan penutupan septum primum yang letaknya dekat sekat antar bilik atau pada bantalan endokard. Macam-macam defek sekat ini harus ditutup dengan tindakan bedah sebelum terjadinya pembalikan aliran darah melalui pintasan ini dari kanan ke kiri sebagai tanda timbulnya sindrome Eisenmenger. Bila sudah terjadi pembalikan aliran darah, maka pembedahan dikontraindikasikan. Tindakan bedah berupa penutupan dengan menjahit langsung dengan jahitan jelujur atau dengan menambal defek dengan sepotong dakron.


Klasifikasi

Berdasarkan letak lubang, ASD dibagi dalam tiga tipe :
  1. Ostium secundum : merupakan tipe ASD yang tersering. Kerusakan yang terjadi terletak pada bagian tengah septum atrial dan fossa ovalis. Sekitar 8 dari 10 bayi lahir dengan ASD ostium secundum. Sekitar setengahnya ASD menutup dengan sendirinya. Keadaan ini jarang terjadi pada kelainan yang besar. Tipe kerusakan ini perlu dibedakan dengan patent foramen ovale. Foramen ovale normalnya akan menutup segera setelah kelahiran, namun pada beberapa orang hal ini tidak terjadi hal ini disebut paten foramen ovale. ASD merupakan defisiensi septum atrial yang sejati.
  2. Ostium primum : kerusakan terjadi pada bagian bawah septum atrial. Biasanya disertai dengan berbagai kelainan seperti katup atrioventrikuler dan septum ventrikel bagian atas. Kerusakan primum jarang terjadi dan tidak menutup dengan sendirinya.
  3. Sinus venosus : Kerusakan terjadi pada bagian atas septum atrial, didekat vena besar (vena cava superior) membawa darah miskin oksigen ke atrium kanan. Sering disertai dengan kelainan aliran balik vena pulmonal, dimana vena pulmonal dapat berhubungan dengan vena cava superior maupun atrium kanan. Defek sekat primum dikenal dengan ASD I, Defek sinus Venosus dan defek sekat sekundum dikenal dengan ASD II.

Etiologi

Penyebabnya belum diketahui secara pasti, tetapi ada beberapa faktor yang diduga mempunyai pengaruh pada peningkatan angka kejadian ASD.
a. Faktor Prenatal
  • Ibu menderita infeksi rubella
  • Ibu alkoholisme
  • Umur ibu lebih dari 40 tahun
  • Ibu meminum obat-obatan penenang atau jamu
b. Faktor Genetik
  • Anak yang lahir sebelumnya menderita PJB
  • Ayah atau ibu menderita PJB
  • Kelainan kromosom misalnya sindrom Down
  • Lahir dengan kelainan bawaan lain.




Tanda dan Gejala

ASD di awalnya tidak menimbulkan gejala. Saat tanda dan gejala muncul biasanyamurmur akan muncul. Seiring dengan berjalannya waktu ASD besar yang tidak diperbaikidapat merusak jantung dan paru dan menyebabkan gagal jantung. Tanda dan gejala gagal jantung diantaranya:
  • Kelelahan
  • Mudah lelah dalam beraktivitas
  • Napas pendek dan kesulitan bernapas
  • Berkumpulnya darah dan cairan pada paru
  • Berkumpulnya cairan pada bagian bawah tubuh



Patofisiologi

Tangisan pertama merupakan proses masuknya oksigen yang pertama kali ke dalam paru. Peristiwa ini membuka alveoli, pengembangan paru serta penurunan tahanan ekstravaskular paru dan peningkatan tekanan oksigen sehingga terjadi vasodilatasi disertai penurunan tahanan dan penipisan dinding arteri pulmonalis.

Hal ini mengakibatkan penurunan tekanan ventrikel kanan serta peningkatan saturasi oksigen sistemik.Perubahan selanjutnya terjadi peningkatan aliran darah ke paru secara progresif, sehingga mengakibatkan peningkatan tekanan di atrium kiri sampai melebihi tekanan atrium kanan.Kondisi ini mengakibatkan penutupan foramen ovale juga peningkatan tekanan ventrikel kiri disertai peningkatan tekanan serta penebalan sistem arteri sistemik.Peningkatan tekanan oksigen sistemik dan perubahan sintesis serta metabolisme bahan vasoaktif prostaglandin mengakibatkan kontraksi awal dan penutupan fungsional dari duktus arteriosus yang mengakibatkan berlanjutnya penurunan tahanan arteri pulmonalis.
Pada neonatus aterm normal, konstriksi awal dari duktus arteriosus terjadi pada 10-15 jam pertama kehidupan, lalu terjadi penutupan duktus arteriosus secara fungsional setelah 72 jam postnatal. Kemudian disusul proses trombosis, proliferasi intimal dan fibrosis setelah 3-4 minggu postnatal yang akhirnya terjadi penutupan secara anatomis. Pada neonatus prematur, mekanisme penutupan duktus arteriosus ini terjadi lebih lambat, bahkan bisa sampai usia 4-12 bulan.
Pemotongan tali pusar mengakibatkan peningkatan tahanan vaskuler sistemik, terhentinya aliran darah dan penurunan tekanan darah di vena cava inferior serta penutupan duktus venosus, sehingga tekanan di atrium kanan juga menurun sampai dibawah tekanan atrium kiri.Hal ini mengakibatkan penutupan foramen ovale, dengan demikian ventrikel kanan hanya mengalirkan darahnya ke arteri pulmonalis.
Peristiwa ini disusul penebalan dinding ventrikel kiri oleh karena menerima beban tekanan lebih besar untuk menghadapi tekanan arteri sistemik.Sebaliknya ventrikel kanan mengalami penipisan akibat penurunan beban tekanan untuk menghadapi tekanan arteri pulmonalis yang mengalami penurunan ke angka normal.
Penutupan duktus venosus, duktus arteriosus dan foramen ovale diawali penutupan secara fungsional kemudian disusul adanya proses proliferasi endotel dan jaringan fibrous yang mengakibatkan penutupan secara anatomis (permanen).
Tetap terbukanya duktus venosus pada waktu lahir mengakibatkan masking effect terhadap total anomalous pulmonary venous connection dibawah difragma.Tetap terbukanya foramen ovale pada waktu lahir mengakibatkan masking effect terhadap kelainan obstruksi jantung kanan.Tetap terbukanya duktus arteriosus pada waktu lahir mengakibatkan masking effect terhadap semua PJB dengan ductus dependent sistemic dan ductus dependent pulmonary circulation.
Derajat shunt dari kiri ke kanan tergantung pada ukuran defek dan juga pada kelenturan relativ ventrikel kanan dan kiri, serta tahanan vaskuler relatif pada sirkulasi pulmonal dan sistemik. Pada defek besar, shunt besar mengalirkan darah terogsigenasi dari atrium kiri ke atrium kanan. Darah ini ditambahkan pada aliran venusa biasa ke atrium kanan dan dipompakan oleh ventrikel kanan ke paru – paru. Pada defek besar aliran darah pulmonal biasanya dua sampai empat kali aliran darah sistemik. Sedikitnya gejala gejala pada bayi dengan ASD adalah setruktur ventrikel kanan pada awal kehidupan ketika otot dindingnya tebal dan kurang lentur sehingga membatasi Shunt dari kiri ke kanan. Ketika bayi menjadi lebih tua, diding ventrikel kanan lebih tipis, sebagai akibat lebih rendahnya kebutuhan penyebab tekanan, dan shunt dari kiri ke kanan yang melewati ASD bertambah. Aliran darah yang besar melewati sisi kanan jantung menyebabkan pembesaran atrium dan ventrikel kanan serat dilatasi arteria pulmunaris. Walaupun aliran darah pulmonal besar tekanan arteri pulmunal tetap besar karena tidak ada komunikasi tekanan tinggi antara sirkulasi pulmunal dan sistemik. Tahanan vaskuler pulmunal tetap rendah selama masa anak, waluapun ia mungkin bertambah pada masa dewasa ventrikel kiri dan aorta ukurannya sama. Sianosis hanya kadang – kadang pada orang dewasa yang mempunyai tanda – tanda penyulit penyakit vaskuler pulmunal.


Komplikasi
  • Gagal Jantung
  • Penyakit pembuluh darah paru
  • Endokarditis
  • Aritmia

Pemeriksaan Diagnosis
  • Bentuk tubuh; tinggi dan kurus dengan jari-jari tangan yang panjang
  • Auskultasi jantung; aktivitas ventrikel kanan meningkat, bunyi jantung yang ke-1 mengeras, bunyi jantung ke-2 terpisah lebar dan tidak mengikuti variasi pernafasan
  • Palpasi; tak teraba,thrill(geratan karena adanya bunyi jantung)
  • Pantau tekanan darah ; hipertensi pulmonal dimana bunyi jantung ke-2 mengeras dan pemisahan kedua komponen tidak lagi lebar, terdengar bising sistol.

Pemeriksaan Penunjang
  • Pemeriksaan penunjang yang dilakukan diantaranya adalah foto rontgen dada dimana didapatkan adanya pembesaran jantung karena pembesaran atrium dan ventrikel kanan.pemeriksaan penunjang lainnya adalah elektrokardiografi (EKG)atau alat rekam jantung,kateterisasi jantung,angiografi koroner serta ekokardiografi.
  • Elektrokardiografi; menunjukkan aksis ke kanan akibat defek ostium primum.
  • Foto rontgen dada;
Pada foto lateral terlihat daerah retrosternal terisi, akibat pembesaran ventrikel kanan
Dilatasi atrium kanan
Segemen pulmonal menonjol, corakan vaskular paru prominen
  • Ekokardiografi ;
Dengan menggunakan kardiografi transtorakal (ETT) dan droppler berwarna dapat ditentukan lokasi defek deptum, arah pirau, ukuran atrium dan ventrikel kanan,keterlibatan katup mitral misalnya prolaps yang memang sering terjadi ASD.
Ekokardiografi transsesofageal (ETE) dapat melakukan pengukuran besar defek secara pesisi dapat menbantu dalam tindakan penutupan ASD perkutan,juga kelainan yang menyertai.

  • Kateterisasi jantung ;
Melihat adanya peningkatan saturasi oksigen di atrium kanan
Mengukur rasio besarnya aliran pulmonal dan sistemik
Menetapkan tekanan dan resistensi arteri pulmonalis
Evaluasi abnormali aliran vena pulmonalis
Angiografi koroner selektif pada kelompok umur yang lebih tua, sebelum tindakan operasi penutupan ASD.




Diagnosa Keperawatan
  1. Resiko tinggi penurunan curah jantung berhubungan dengan defek struktur
  2. Intoleransi aktifitas berhubungan dengan gangguan sistem transport oksigen
  3. Perubahan pertumbuhan dan perkembangan berhubungan dengan ketidakadekuatan oksigen dan nutrien pada jaringan(isolasi sosial)
  4. Resiko tinggi infeksi berhubungan dengan status fisik yang lemah
  5. Resiko tinggi cedera (komplikasi) berhubungan dengan kondisi jantung dan terapi
  6. Perubahan proses keluarga berhubungan dengan mempunyai anak dengan penyakit ASD.

Rencana Asuhan Keperawatan dan Rasional

Diagnosa I
Intervensi
  1. Beri digoksin sesuai dengan program,dengan menggunakan kewaspadaan yang dibuat untuk mencegah toxisitas.
  2. Beri obat penurunan afterload sesuai program.
  3. Beri diuretik sesui program.
 Diagnosa 2
Intervensi
  1. Berikan periode istirahat yang sering dan periode tidur tanpa gangguan.
  2. Anjurkan permainan dan aktifitas yang tenang.
  3. Bantu anak memilih yang sesaui dengan usia, kondisi, dan kemampuan.
Diagnosa 3
Intervensi
  1. Beri diet tinggi nutrisi yang seimbang untuk mencapai pertumbuhan yang adekuat
  2. Dapat memberikan suplemen besi untuk mengatasi anemia, bila dianjurkan
  3. Izinkan anak untuk menata ruangannya sendiri dan batasan aktifitas karena anak akan beristirahat bila lelah
Diagnosa 4
Intervensi
  1. Hindari kontak dengan individu yang terinfeksi
  2. Beri istirahat yang adekuat
  3. Beri nutrisi optimal untuk mendukung pertahanan tubuh alami
Diagnosa 5
Intervensi
1. Ajari keluarga untuk mengenali tanda-tanda komplikasi, gagal jantung kongestif :
  • Takikardi,khususnya selama istirahat dan aktifitas ringan
  • Takipnea
  • Keringat banyak dikulit kepala,khususnya pada bayi
  • Keletihan
  • Mual
  • Muntah
  • Anoereksia
  • Bradikardi
  • Hipoksia-sianosis,gelisah.
2. Ajari keluarga untuk melakukan intervensi selama serangan hipersianotik
  • Tempatkan anak pada posisi lutut-dada dengan kepala dan dada ditinggikan.
  • Tetap tenang
  • Beri oksigen 100% dengan masker wajah bila ada.
  • Hubungi praktisi
3. Jelaskan atau klarifikasi informasi yang diberikan oleh praktisi dan ahli bedah pada keluarga
4. Siapkan anak dan orang tua untuk prosedur.
5. Bantu membuat keputusan keluarga berkaitan dengan pembedahan

Diagnosa 6
Intervennsi
  1. Diskusikan dengan orang tua dan anak (bila tepat) tentang ketakutan mereka dan masalah defek jantung dan gejala fisiknya pada anak karena hal ini sering menyebabkan anxietas
  2. Dorong keluarga untuk berpartisipasi dalam perawatan anak selama hospitalisasi untuk memudahkan koping yang lebih baik di rumah
  3. Bantu keluarga untuk menentukan aktifitas fisik dan metide disiplin yang tepat untuk anak.

Evaluasi
Proses : langsung setelah setiap tindakan
Hasil : tujuan yang diharapkan
  1. Tanda-tanda vital anak berada dalam batas normal sesuai dengan usia.
  2. Anak berpartisipasi dalam aktifitas fisik yang sesuai dengan usia
  3. Anak bebas dari komplikasi pasca bedah
  4. Anak mempertahankan oksigenasi yang adekuat
  5. Anak mempertahankan status nutrisi yang adekuat
  6. Anak mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang optimal

DAFTAR PUSTAKA
Buku Ajar ILMU PENYAKIT DALAM (1996), Balai Penerbit FKUI, Jakarta.
Buku Ajar KEPERAWATAN KARDIOVASKULER (2001), Pusat Kesehatan Jantung dan Pembuluh Darah Nasional Harapan Kita, Jakarta.
Buku Saku Keperawatan Pediatrik (2002), Penerbit buku kedokteran EGC, Jakarta.

Read more...

Copyright © 2012 ASKEP - ASUHAN KEPERAWATAN - Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP